Cerita
Dewasa ini mengisahkan sebuah cerita dewasa tentang pergaulan yang
terjadi pada anak smu sekarang. Jadi begini awal mula cerita seks ini
dikisahkan dari seorang yang bernama Yunita. Yunita adalah
seorang gadis
pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota Bandung. Gadis yang
berusia 18 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya
kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya sangat cantik danimut.
Dia adalah anak bungsu dari lima
bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya
tengah bertugas di ibukota, sedang kakak-kakaknya tinggal di berbagai
kota di pulau jawa ini karena keperluan pekerjaan atau kuliah. Maka
tinggallah Yunita seorang diri di rumah tersebut, terkadang dia juga
ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri
ternama di kota itu.
Sebagai
anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Yunita sangat gemar
memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang
dikenakannya se
hari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di
atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan
ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya
yang sekal menggairahkan.
Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para
laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang
berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah jacky, si tukang Cukur rambut yang ada di depan gang rumah Yunita. Jacky, pria berusia 22
tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering
naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi
melintas di hadapannya.
Sosok pribadi Yunita memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit
termasuk kepada Jacky yang sering mengantarkan Yunita dari jalan besar
menuju ke kediaman Yunita yang masuk ke dalam gang.
Suatu sore, Yunita pulang dari sekolah. Seperti biasa Jacky mengantarnya
dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan
rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu
berada di pinggiran kota
Bandung. Dan Jacky memutuskan saat inilah kesempatan
terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Yunita. Ia telah
mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Yunita nanti akan
dikerjai. Jacky sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih
sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena
jalannya memutar melewati areal Perkebunan.
“Lho koq lewat sini Bang?”, tanya Yunita.
“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Jacky sambil terus meng-gas motornya.
Dengan sedikit kesal Yunita pun terpaksa mengikuti kemauan Jacky yang
mulai meng-gas motornya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang
telah direncanakan Jacky, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal Perkebunan, tiba-tiba Jacky membelokkan Motor masuk ke dalam gedung
tua itu.
“Lho kenapa masuk sini Bang?”, tanya Yunita
“Hujan..”, jawab Jacky sambil menghentikan Motornya tepat di
tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan
pun sudah turun dengan derasnya.
Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman
belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali
dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Yunita menjadi
semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.
“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama
air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Jacky sambil
menyeringai turun dari Motornya dan menghampiri Yunita yang
masih duduk di atas motor.
Bagai tersambar petir Yunita pun kaget mendengar ucapan Jacky tadi.
“A.. Apa maksudnya Bang?”, tanya Yunita sambil terbengong-bengong.
“Adek cantik, kamu mau ini?” Jacky tiba-tiba menurunkan celana
komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.
Yunita terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.
“Ja.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta Yunita dengan wajah yang memucat.
Sejenak Jacky menatap tubuh Yunita yang menggairahkan, dengan posisinya
yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya
kedua paha Yunita yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis
menambah keindahan kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, kedua buah
dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang
berukuran ketat.
“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, Yunita mulai menangis dalam posisi duduknya
sambil merapatkan badan ke sandaran Dinding, seolah ingin menjaga jarak
dengan Jacky yang semakin mendekati tubuhnya.
Tubuh Yunita mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu,
tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh
pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Jacky yang
mulai menjamah paha Yunita, tapi percuma saja karena kedua tangan Jacky
dengan kuatnya memegang kedua paha Yunita.
“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, Yunita meronta-ronta dengan
menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Jacky malahan semakin
menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Yunita itu sambil
merapatkan badannya ke tubuh Yunita.
Yunita pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam
ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Jacky mulai
bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Yunita. Tubuh Yunita menggeliat ketika tangan-tangan jacky mulai
menggerayangi bagian pangkal paha Yunita, dan wajah Yunita menyeringai
ketika jari-jemari jacky mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.
“Iiiiiihh..”, pekikan Yunita kembali menggema di ruangan itu di saat jari jacky ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.
Tubuh Yunita menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek
lubang kewanitaannya. Desah nafas jacky semakin kencang, dia nampak
sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Yunita yang
megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah jacky
yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.
“pluk.. pluk.. pluk..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Yunita.
Saat ini lubang kemaluan Yunita telah banjir oleh cairan kemaluannya yang
mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari jacky.
Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, jacky mencabut jarinya dari lubang
kemaluan Yunita. Yunita nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh
membasahi pipinya. jacky kemudian menarik tubuh Yunita turun dari Motor,
gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat
gadis itu yang sintal sementara Yunita hanya bisa terdiam pasrah, detak
jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. jacky juga
menikmati wanginya tubuh Yunita sambil terus meremas remas pantat gadis
itu.
Selanjutnya jacky mulai menikmati bibir Yunitaa yang Tipis dan sensual
itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah
kelaparan melahap makanan.
“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Yunita mendesah-desah di saat jacky melumat
bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Yunita oleh gigi dan
bibir jacky yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman jacky pun bergeser ke
bagian leher gadis itu.
“Oohh.. Eenngghh..”, Yunita mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh jacky.
Cengkeraman jacky di tubuh Yunita cukup kuat sehingga membuat Yunita sulit
bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Yunita pasrah di
hadapan jacky yang tengah memperkosanya. Setelah puas, kini kedua tangan
kekar jacky meraih kepala Yunita dan menekan tubuh Yunita ke bawah
sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh jacky yang berdiri tegak di
hadapannya. Langsung saja oleh jacky kepala Yunita dihadapkan pada
penisnya.
“Ayo.. Jangan macam-macam dek cantik.. Buka mulut kamu”, bentak jacky sambil menjambak rambut Yunita.
Takut pada bentakan Yunita, Yunita tak bisa menolak permintaannya. Sambil
terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja jacky mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Yunita.
“Hmmphh..”, Yunita mendesah lagi ketika barang menjijikkan itu masuk ke
dalam mulutnya hingga pipi Yunita menggelembung karena batang kemaluan jacky yang menyumpalnya.
“Accchh..” sebaliknya jacky mengerang nikmat. Kepalanya menengadah keatas
merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Yunita di sekujur batang
kemaluannya yang menyumpal di mulut Yunita.
Yunita menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu jacky. Sementara kedua
tangan jacky yang masih mencengkeram erat kepala Yunita mulai
menggerakkan kepala Yunita maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Yunita. Suara berdecak-decak dari liur Yunita terdengar jelas diselingi
batuk-batuk.
Beberapa menit lamanya jacky melakukan hal itu kepada Yunita, dia nampak
benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan jacky mengejang, kedua tangannya
menggerakkan kepala Yunita semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Yunita. Wajah jacky menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat
dan..
“Aacckhh..”, jacky melengking, croot.. croott.. crroott..
Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan jacky yang
mengisi mulut Yunita yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Yunita
berusaha melepaskan batang penis jacky dari dalam mulutnya namun
sia-sia, tangan jacky mencengkeram kuat kepala Yunita. Sebagian besar
sperma jacky berhasil masuk memenuhi rongga mulut Yunita dan mengalir
masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari
sela-sela mulut Yunita.
“Ahh”, sambil mendesah lega, jacky mencabut batang kemaluannya dari mulut Yunita
Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan
air liur Yunita. Demikian pula halnya dengan mulut Yunita yang nampak
basah oleh cairan yang sama. Yunita meski masih dalam posisi terpaku
berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan jacky
seperti itu.
“Sudah Pak.. Sudahh..” Yunita menangis sesenggukan, terengah-engah
mencoba untuk ‘bernego’ dengan jacky yang sambil mengatur nafas berdiri
dengan gagahnya di hadapan Yunita.
Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri jacky membuat tenaganya
menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super
kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi
tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang
kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.
jacky kemudian memegang tubuh Yunita yang masih menangis terisak-isak. Yunita sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu
yang lebih mengerikan. Badan Yunita bergetar ketika jacky menidurkan
tubuh Yunita di lantai gudang yang kotor itu, Yunita yang mentalnya sudah
jatuh seolah tersihir mengikuti arahan jacky.
Setelah Yunita terbaring, jacky menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Yunita hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, jacky
memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Yunita.
Kedua mata jacky pun melotot tajam ke arah kemaluan Yunita. Kemaluan yang
merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi
menutupi bibir vaginanya, indah sekali.
jacky langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Yunita.Yunita menjerit ketika jacky mulai menekan pinggulnya dengan keras,
batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang
vagina Yunita.
“Aakkhh..”, Yunita menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.
Kedua tangan Yunita ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat
tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Yunita dengan kasar dan
bersemangat.
“Aaiihh..”, Yunita melengking keras di saat dinding keperawanannya
berhasil ditembus oleh batang penis jacky. Darah pun mengucur dari
sela-sela kemaluanYunita.
“Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” jacky mendesis nikmat.
Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, jacky langsung menggenjot tubuh Yunita dengan kasar.
“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Yunita mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya
terguncang-guncang akibat gerakan jacky yang keras dan kasar. Sementara jacky yang tidak peduli terus menggenjot Yunita dengan bernafsu. Batang
penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Yunita yang mengalir deras
bercampur darah keperawanannya.
Sekitar lima menit lamanya jacky menggagahi Yunita yang semakin kepayahan
itu, sepertinya jacky sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan
dalam menyetubuhi Yunita, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh jacky kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari
tubuhnya yang hitam kekar itu dan jacky pun berejakulasi.
“Aahh..” jacky memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara
dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Yunita
yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak
sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan jacky.
Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai
diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut jacky. jacky
puaaaas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa
gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda
dirinya.
Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya jacky
dengan motor kembali mengantarkan Yunita yang kondisinya sudah lemah
pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di
selangkangannya, Yunita tak mampu lagi berjalan normal hingga jacky
terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.
Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat jacky dengan leluasa
menuntun tubuh lemah Yunita hingga sampai ke teras rumah dan kemudian
mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Yunita bahwa
dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek
itu, jacky pun kemudian meninggalkan Yunita dengan motornya
menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Yunita yang masih terduduk
lemas di kursi teras rumahnya