Sebut
saja nama saya Rian. Saya tertarik 'tuk membagi pengalaman saya pada
pembaca Rumah Seks. Sekarang saya kuliah di perguruan tinggi swasta di
Bandung.2012
Saya termasuk anak yang pandai bergaul. Tapi sayang
kebanyakan teman saya di kuliahan rata-rata pria. Hal ini dikarenakan
pacar saya 1 kelas dengan aku. Jadi sulit untuk melihat kesana dan
kesini. Saya pacaran pacar saya (sebut saja namanya Ina) saat itu hampir
5 tahun, tapi sekarang kita udah putus.
Kami pacaran dari SMA, dan hubungan suami-istri sudah sering kami lakukan.
Hingga
suatu saat pada bulan september saya bertemu dengan teman lama di sma
dan satu kuliahan dengan saya. Sebut saja namanya Novi. Saat sma novi
termasuk anak yang paling cantik di sekolah. Suatu kebanggaan bagi kaum
pria jika berhasil berteman apalagi menjadi pacarnya. Tapi hanya
orang-orang tertentu saja yang bisa menjadi temannya. Dalam berteman ia
selalu memilih-milih, apalagi dalam menjadi pacar. Saat itu pun aku
tidak berhasil menjadi temannya.
Wajar jika dia tidak mau berteman dengan ku karena aku hanya cowok biasa yang mempunyai tampang biasa juga.
Novi
adalah cewek idola disekolah kami. Hampir semua anak dari kelas 1-3
mengenal dia. Dia termasuk anak orang kaya dan pintar. Kalau dibilang
ukuran tubuhnya hampir mendekati sempurna ditambah dengan adanya tahi
lalat di bawah bibir. Bibirnya tipis dan ukuran dadanya pun ditaksir
kira-kira 34B. ditambah dengan badannya yang ideal dan kulitnya yang
kuning bersih.
Kejadian ini terjadi pada awal september, saat
saya bersama dengan Ina hendak makan siang di belakang kampus. Tidak
sengaja kami berdua berpapasan dengan Novi. Kami pun senyum duluan dan
sesudah itu dibalas dengan senyuman dan ucapan oleh Novi. "Masih awet
yah dari sma"? katanya. Kami hanya membalas ucapan dia dengan senyuman
saja. Melihat body nya yang aduhai membuat saya ingin memiliki dia, tapi
mana mungkin pikir ku.
Keesokan harinya saya terlambat kuliah
dan tidak diijinkan masuk oleh dosen, karena saya terlambar lebih dari
15 menit. Dengan kesal saya memaki-maki dosen dalam hati, karena jarak
dari rumah ke kuliahan cukup jauh. Tidak sengaja ketika turun dari
tangga saya melihat Novi sedang duduk di teras sendirian. Saat itu saya
memberanikan diri untuk menyapa dia, mumpung gak ada Ina. Saya langsung
duduk disebelah Novi dan berkata, "ga ada kuliah vi"? tanyaku. Novi
langsung menjawab "ga ada dosen tuh"? "kamu sendirian, mana Ina"? tanya
dia. "ga ada, aku sendirian". Saat itu ga sengaja aku ngelihat ke bagian
dadanya sebentar. Ya ampun, antara kancing atas dan bawahnya sedikit
kebuka dan kelihatan bentuk dadanya yang kuning bersih. Saat itu aku
langsung melihat mukanya lagi sambil jantung ini berdetak lebih keras,
dan kamipun melanjutkan pembicaraan kira-kira 1/2 jam lamanya.
Setelah
itu saya masuk kuliah jam 09.30. Di dalam kelas saya tidak bisa
kosentrasi belajar, pikiran selalu tertuju pada muka dan dada Novi yang
kenyal. Dalam hati ku berfikir, gimana caranya tuk dapatin Novi dan
bodinya. Selama 1 jam aku berfikir terus, dan aku mulai dapat ide tuk
deketin dia. Setelah itu kususun rencana serapi mungkin agar gak
kelihatan kalo semua itu sudah aku atur.
Pulang kuliah gak
sengaja aku ketemu dengan Novi. Dia sedang melihat papan pengumuman. Aku
diam sebentar karena ku akui aku juga grogi setengah mati. Setelah agak
tenang sedikit aku mulai mendekati dia. "Hei, lagi ngapain?" tanyaku.
"hei, ketemu lagi, lagi liat pengumuman nih." Jawab dia. "eh vi, tau gak
jalan pasir pogor dimana?" tanyaku. Sebenarnya aku sudah tahu dimana
jalan pogor itu. Sengaja aku pilih jalan itu karena jalan pasir pogor
melewati rumahnya dulu.
"Kalo ga salah di deket Ciwastra deh?
Emang mo ngapain kesana?" jawab dia. Wah kena juga nih, pikir ku. "mo
ketemu temen aku di sana, Cuma ga tau jalannya kemana. Kalo ga salah
rumah kamu di daerah Ciwastra kan?" pancing aku. "iya, emang kenapa?"
"Anterin donk kesana, ntar aku anter balik dech ke rumah kamu". "gimana
yah, soalnya temenku ada yang mo nganterin balik, tapi ya udah dech aku
ngomong bentar ama temen aku, kamu tunggu aja di kopma yah?" jawab dia.
Wuihh, rencana ku berhasil nih.
Tidak sampai 10 menit Novi
menghampiri ku yang sedang duduk bersama temenku. "ayo, mau balik
sekarang?" dengan gesit aku berdiri dan pergi bersamanya. Temanku hanya
bengong, karena tidak menyangka aku akan jalan bareng ama Novi. Kami
pergi menuju tempat parkir mobil, karena aku saat itu memakai mobil
Feroza.
Di tengah perjalanan kami hanya berbicara mengenai masa
sma dan mengenai ina. Tapi setiap pembicaraan mengarah pada Ina, aku
selalu bilang kalo aku sudah putus dari Ina. Dan aku bilang ama Novi
supaya jangan ungkit-ungkit masalah Ina lagi. Mobil sengaja kuperlambat
supaya aku dapat bicara lebih lama dengan dia. Dan saat itu, kancing
baju atasnya terbuka dan dia duduk sambil miring ke pintu mobil.
Sehingga kelihatanlah BH nya yang berwarna hitam. Aduh ma, ucapku. Ngga
terasa kontolku sudah mengeras. Ku coba diam sejenak, karena kalau salah
sedikit sikapku maka gagal juga tuk dapetin bodinya.
Setelah
ditunjukin jalan pasir pogor, aku pun mengantarnya balik. Sesampai nya
didepan pintu rumah yang lumayan mewah, ia berkata sambil tersenyum.
"makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dulu ga ke rumah?" wah
kesempatan nih pikirku. Tapi rencana sih harus tetap kujalanin. "ga deh
vi, makasih. Lain kali aja yah, aku mesti ke pasir pogor lagi nih. Oh
ya, besok balik jam berapa? Bareng yuk?" pancing aku. "Besok aku balik
jam 9.30, ya udah kalo mau nganterin tungguin di papan pengumuman besok
yah?" wah, rencana pertama aku sukses nih. Tinggal jalanin rencana ke 2.
Besoknya
aku sudah stand by di papan pengumuman. Dan tak lama kemudian novi
datang menghampiriku. "mo nganterin lagi nih, kalo mau sekarang aja",
tanyanya. "ayo dech sekarang aja". Jawabku. Dalam hati ini juga
deg-degan banget. Bukan karena mau jalan ama Novi, tapi takut ketahuan
ama Ina. Wah bisa berabe nih urusan kalo ketahuan. Akhirnya kamipun
pulang samaan. Di tengah perjalanan pulang kami ngobrol sampai
terbahak-bahak. Memang aku pintar untuk membuat orang lain ketawa, dan
kuakui itulah kelebihan ku dalam menaklukan hati wanita. Ditengah tawa
kami akupun mulai bertanya kesukaan dia? Saat itu terpikir oleh ku untuk
mengajak dia berenang, karena dengan berenanglah aku dapat melihat
bodinya secara langsung. Memang Novi selama di sma tidak pernah 1 kali
pun ikut pelajaran berenang, entah kenapa? "mau kemana lagi ntar habis
nganterin aku?" "Aku mau berenang nih vi, kamu bisa berenang gak?"
pancing aku. "gak bisa nih" jawab dia.
"Ya udah, kamu mau
berenang samaan ga ama aku, ntar aku ajarin dech" jawab aku. "tapi aku
gak punya baju renang, soalnya aku gak suka renang sih"! Katanya. "yah
kamu cari dulu donk, ntar kalo ga ada kan beda urusannya lagi, jadi
besok jam 2 sore yah?" tanyaku. "iya deh jam 2 sore jemput aku di rumah
yah" jawabnya. Sesudah itu aku anterin dia balik kerumahnya. Sesudah itu
aku hanya tertawa kecil dan menggumam, "udah kena perangkap aku nih,
tinggal rencana ke 3 nih besok. Wah, udah kebayang bentuk dadanya,
pahanya dan sentuhan tangannya saat aku ajarin dia berenang besok,
terlebih tangannya di tumbuhin bulu-bulu halus".
Besoknya kamipun
pergi berenang samaan ke pemandian Cipaku. Saat ganti baju aku sudah
membayangkan bentuk dadanya, pahanya yang putih dan lain-lainlah pikiran
ku saat itu. Saat ketemu hati ku langsung berdetak lebih kencang,
karena Novi yang ada di depanku sekarang sedang memakai baju renang. Dan
dadanya mulai kelihatan sedikit menyembul ditambah dengan pahanya yang
indah banget. Suerr, kontolku saat itu langsung tegang terlebih dia
menggandeng tanganku menuju tempat penyimpanan tas di samping kolam
renang.
Sesudah itu aku pun langsung masuk ke kolam renang dan
disusul oleh dia. Dan saat itu mulai aku mengajari dia sebatas aku bisa.
Saat memegang tangannya terasa jantung berdetak lebih cepat. Tangannya
halus banget. Ditambah senyuman bibirnya yang tipis dan merah. Hampir
1/2 jam aku mengajari dia berenang. Tapi kontol ini masih tegang terus.
Pada saat aku sedang mengajari dia berenang tak senggaja dia menyenggol
batang kemaluanku karena saat itu aku sedang mengajari dia gaya katak.
Aku malu banget, karena takut dipikir novi, belom apa-apa sudah tegang
duluan. Tapi aku coba buang pikiran itu jauh-jauh.
Saat itu aku
sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi. Dengan sengaja saat dia hampir
tenggelam sengaja aku peluk dan dekatkan kontolku di depan atau di
belakang dia. Dan dengan sengaja juga aku mencoba agar tanganku
sekali-kali mengenai dadanya dia. Rencana ku berhasil, kami semakin
akrab saja. Tapi aku ngga tahu, apa mungkin ia suka ama aku, atau hanya
sebatas teman. Kami berenang hampir 2 jam.
Sesudah itu aku
terlebih dahulu mengajaknya pulang karena hari hampir malem jam 6 malam.
Kami makan di hoka-hoka bento yang ada di jalan setia budi. Dan dalam
perjalanan pulang pun kami masih tertawa bersama. Dalam hatiku berkata,
sebentar lagi kamu masuk dalam pelukan ku vi! Sesampainya di rumah novi,
ia mengajak aku masuk supaya minum the dahulu. Kesempatan ini tidak ku
sia-siakan lagi. Inilah rencana akhirku. Aku masuk dan duduk disebelah
dia sambil posisi 1/2 tidur. 15 menit kami mengobrol. Otak ku berputar
terus saat kami ngobrol bersama. Dalam pikiran ku, gimana aku dapat
menyentuh dia, sedangkan dari novi tidak ada sinyal sama sekali pada ku.
Sampai
pukul 7.20 aku masih terdiam. Sampai suatu saat Novi bertanya padaku.
"maaf yah kalo ini nyakitin kamu, cuma aku mau nanya. Kenapa kamu kok
bisa sampai putus dari Ina, kan dia orang nya baik banget". Wah dengan
pertanyaan itu aku mulai dapat ide lagi. "ga tau deh vi, aku juga
bingung. Aku ngerasa kita ngga cocok lagi dech". Kataku. Dengan perasaan
sedih aku coba genggam tangan dia sambil berkata,"tapi kamu jangan
bilang siapa-siapa kalo aku sama Ina udah putus yah, please.." Ya ampun
aku deg-degan banget saat itu, tapi aku coba bersikap tenang. Dia cuma
diam saat aku pegang tangannya. "Tenang aja kok, aku bisa jaga rahasia".
Nafsu
ku sudah nggak terkendali lagi, terlebih ruang tamu saat itu terutup
rapat. Dan saat itu penghuni rumah yang lain sedang asik nonton TV.
Tanganku saat itu sedang mengenggam tangannya. Dan perlahan lahan aku
mengusap bulu halus yang ada di tangannya dan mengusapnya perlahan-lahan
sambikl berkata, "kamu cantik banget vi, aku seneng banget bisa samaan
ama kamu". Perlahan kulihat gerakan tangan, muka dan kakinya dia.
Ternyata dia sudah gelisah. Merasa ada jawaban aku meneruskan elusanku,
sambil kucoba dekatkan bibirku ke bibirnya dia. Senggaja aku mengecup
secara perlahan dan lembut dan diiringi desahan nafas perlahan. Memang
aku pintar dalam merangsang cewek, karena aku sudah pengalaman dari Ina.
Sesudah kukecup bibirnya secara perlahan dia memejamkamkan mata dan terasa getaran kakinya yang mulai gelisah.
Perlahan
kukecup bibir lagi. rupanya kali ini ciuman ku berbalas juga. ia balik
mencium ku dengan lembut. perlahan ku lepas ciuman ku di bibirnya dan
bergerak menuju lehernya. walaupun aku sudah terangsang banget tapi aku
masih bisa berfikir apa yang mesti aku lakukan lagi tuk dapetin body
nya. ciumanku bergerilya disekitar leher dan dekat telinga. terdengar
nafasnya yang sudah memburu. Perlahan-lahan tanganku memegang pipinya
secara lembut, lehernya dan mencoba memegang toketnya yang aduhai. aku
usap toket novi dari luar baju. ia masih diam dengan mata tertutup.
dengan perlahan tanganku masuk ke dalam bajunya lewat bawah dan tanganku
mulai mengenai BH nya. ku coba angkat sedikit BHnya secara
perlahan-lahan. dan terasa saat itu toket Novi sudah dalam genggamanku.
kuusap dan kepelintir putingnya secara perlahan. saat itu juga kucoba
tangan yang satu lagi tuk membuka kancing bajunya. setelah kubuka
bajunya terlihatlah Bh yang berwarna hitam, dengan gunung kembar yang
indah banget dibaliknya. saat itu nafsu ku sudah tidak terkontrol lagi.
kontolku sudah ngaceng banget.
Tapi aku belum puas sebelum
melihat memeknya. kucoba tuk buka rok nya secara perlahan, dan terlihat
pula gundukan daging di balik celana dalam hitamnya. aku terdiam
sebentar karena tidak menyangka novi cewek yang cantik banget, dan hanya
orang-orang tertentu saja yang bisa mendekatinya kini sudah bugil di
depan mataku.
"Aghh.. kamu kok gini sih an" desahnya. aku cuma
tersenyum puas. dan kucoba tuk menarik tangannya ke arah kontolku. dan
memang sudah sengaja sleting celanaku sudag aku buka. dan merosotlah
celanaku. rupanya novi sudah bernafsu banget. diangkatnya bajuku dan di
lepaskannya celan dalamku.
Kini matanya sudah terbuka dan melihat
kontolku yang lumayan gede. "ihh.. gede banget yang kamu an"? aku coba
bangkit berdiri agar dia mau mengulum kontolku. "kamu mau cium kontolku
kan"? tanpa menunggu komando lagi kepala novi ku arahkan ke kontolku
yang sudah keras banget. diciumnya perlahan-lahan kontolku dan
dijilatinnya kontolku. "muahh.. mchh.." terdengar bunyi dari mulutnya
yang tipis. "terus vi.. achh.. terus.. enak banget loh .., kamu pinter
banget vi.. achh.."
Pikiranku sudah tidak dapat kukontrol lagi.
15 menit sudah berlalu. dan perlahan ku angkat tubuhnya ke atas sofa
ruang tamu dan kutidurkan. kucium lehernya terus turun ke menuju susunya
yang kenyal dan indah. "gilaa banget nih cewe bodynya, susunya,
pantatnya yang kenyal, terlebih bulu-bulu yang lumayan banyak dan
halus". gumamku dalam hati". kucium toketnya yang lumayan besar dan
kenyal. "muachh.. muachh.. " "aduh an.. terusin.. achh.." dia mengerang
terus. sambil ku jilatin toketnya, tangan kananku perlahan-lahan menuju
memeknya. Astaga.. basahh banget nih.. terus ku elus dengan lembut dan
ku belai klitorisnya yang sudah mencuat.
"Achh.. euhh.." ia
mengerang keenakan. perlahan ciumanku turun kebawah vaginanya. ku
jilatin memeknya yang basah. mhh.. mhhachh.. dia menarik kepalaku dan
mengejang. "acchh an, kayanya aku mau kencing nih.." "kencingin aja vi,
itu bukan kencing kok yang mo keluar, itu namanya mau orgasme.." "achh
an, ennaak banget nih.., ahh.. terusin sayang kata nya". aku tersenyum
kecil saat ia memanggilku dengan kata sayang. "hahaha.. kamu udah masuk
dalam genggamanku sekarang vi.." kataku dalam hati. "achh.. terusin an..
terusin yah sayang.. katanya". kujilatin memeknya terus dan teruss..
"ohh indahnya memekmu vi. beruntung banget aku bisa dapetin memek dari
cewek secantik kamu" kataku dalam hati. kali ini ia merapatkan kakinya
dan kembali mengejang. ahh.. an kayanya aku mau keluar lagi nihh..
achh.."
"Keluarin aja semuanya sayang.. terus keluarin aja.."
kataku. setelah kurasa cukup, mulai ku arahkan kontolku yang sudah keras
dan panas ke memeknya novi. "tahan bentar yach kalo sakit.. ntar juga
nggak sakit lagi kok.." kataku pada novi. kumasukan kontolku
perlahan-lahan ke memeknya. achh .. erangku karena kontolku masih agak
susah masuknya. maklumlah memek perawan pertama kali pasti susah
simasukinnya. "achh.. ohh.. masukin langsung aja dech an.." pintanya.
"kamu ngga akan nyesel vi..? "ga akan kok, aku rela ama kamu
diambilnya". "Achh.. terus.. " dengan sedikit kekuatan kutekan kontolku
makin kedalam. dan kini sudah masuk semua kontolku kedalamnya. "ohh..
hangat banget memeknya.." "aduh sakit an.. akhh.."
Terasa darah
segar keluar dari vaginanya dan membasahi bajunya yang memang sudah
sengaja kusimpan dibawah pantatnya. "ya ampunn.. banyak banget darahnya
nih.." gumamku dalam hati. tak perduli dengan darah yang mengucur aku
enjot dia perlahan-lahan, dan kelama-lamaan maikin kencang. "achh..
ohh.. ahh.. terusin an.. makin lama makin enak nih..achh.. genjotanku
makin ku percepat lagi. achh ..ohh enak banget.. terusin yahh.." hampir
15 menit aku menggumuli dia. perlahan-lahan ku genjot dia secara pelan
dan pelan. sehingga dia bisa menikmatinya. "pelan-pelan aja yah vi, biar
aku bisa cium toket kamu".
Sambil menggesek-gesek kontolku
kedalam vaginanya. kucium perlahan-lahan puting toketnya. kuatru
perlahan-lahan gesekan ku. dan tak lama kemudian terdengar ia mengerang
dan mengejang. "achh.. kaya ada yang mau keluar nih.. achh.. aduh mau
keluar nihh.." "kembali kuatur gesekanku secara perlahan agar ia bisa
keluar". dan benar saja sebentar kemudian dia mengalami orgasme untuk ke
2 kalinya. "achh.. achh.. ohh.. mau keluar nih.. ann..achh.."
Novi
sudah mengalami orgasme sedang aku sebentar lagi mau keluar. setelah
kurasa cukup maka kupercepat gerakan kontolku ke memeknya dia. "achh..
mau keluar lagi nih an.. achh.." "bentar lagi aku juga mau keluar nih
vi.. ahh" erangku. "keluarin didalem aja yah ann.. achh.."
Walaupun
dia sudah bersedia menerima sperma ku di vaginanya, tapi aku tidak
sebodoh itu, aku masih ga mau terikat oleh dia. dengan menambah
kecepatan aku terus mengenjot dia semakin cepat. "achh.. aku mau keluar
nihh.. kamu mau minum sperma ku kan.. achh." "kenapa gak dikeluarin di
dalam aja sih, ya udah ga pa pa kok di mulut ku juga." "achh..
terusinn.. ann aku juga
mau keluar lagi nih..achh.." "aku juga mau
keluar nih vi.." dan saat itu kamipun keluar bersamaan. "achh.. kuangkat
langsung kontolku yang sudah hampir menyemburkan sperma.. achh
..kukocokan kontolku ke arah mulut dan dadanya dia. "croot..crott..
spermaku membasahi mulut dan susunya". "achh..srepp.. enak banget sperma
kamu an.. cape banget nih.. liat tuh badanku sampe keringatan semua."
aku hanya tersenyum dan berkata. "tapi enak kan.." kubersihkan cairan
spermaku dengan tissue nya. dan ia pun pergi kekamar mandi tuk
membersihkan badannya. achh.. lega banget hatiku setelah dapetin cewek
yang pernah menjadi idola di sma dulu. Setelah novi membersihkan
badannya sayapun minta ijin pulang dulu karena jam sudah pukul 8.50.
ntar bapanya bisa curiga lagi.
kejadian ini terus berulang-ulang
sampai saat saya masih mengetik cerita ini. Walaupun antara kami sampai
sekarang belum ada status pacaran, melainkan hanya teman biasa.
TAMAT