Cerita Seks Anak SMA di Kelas Update Terbaru 2013 -
Setelah kami berkenalan, lalu kami bercakap-cakap sebentar di kantin
SMA * (edited by Yuri). Setelah tidak berapa lama, tiba-tiba dia
berbisik di telinga saya, katanya, "Kamu cantik sekali deh Shinta..",
sambil matanya tertuju pada belahan dada saya. Muka saya langsung merah,
kaget dan dadaku berdetak kencang. Tiba-tiba terdengar suara
"Pritt...!", tanda bahwa babak ke-2 akan dimulai, saya langsung
mengajaknya balik ke lapangan.
Dalam
perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas-kelas kosong. Tiba-tiba dia
menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1, lalu dia langsung
menutup pintu. Saya langsung bertanya padanya, " Ada apa Indra..., babak
ke-2 sudah mau mulai nih..., kamu tidak takut dicariin pelatih kamu?".
Dia
tidak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari
belakang, dan dia berbisik lagi padaku, "Badan kamu bagus sekali ya
Shin..".
Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain berbalik badan dan menatap matanya serta tersenyum padanya.
Dia
langsung mencium bibirku dan saya yang belum pernah berciuman dengan
cowok, tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan lidahnya masuk ke
dalam mulutku. Setelah kira-kira 5 menit bercumbu, mulai tangannya
meraba dan meremas dadaku. Saya pasrah saja padanya, karena terus terang
saya belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk ke
dalam baju cheers no.3-ku, dan mulai memainkan puting payudaraku, lalu
dia menyingkapkan bajuku dan melepaskan rokku hingga saya tinggal
mengenakan BH dan celana dalam saja.
Lalu ia membuka baju basket
dan celananya, sehingga ia hanya mengenakan celana dalam saja. Tampak
jelas di depanku bahwa "penis"-nya sudah tegang di balik celana
dalamnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku ke dalam celana
dalamnya. Saya merasakan "penis"-nya yang besar dan tegang itu dan ia
memintaku untuk meremas-remas penisnya. Ia memaksaku untuk membuka
celana dalamnya, setelah saya membuka celana dalamnya, tampak jelas
penisnya yang sudah ereksi. Besar juga pikirku, hampir sejengkal
tanganku kira-kira panjangnya.
Baru kali ini saya melihat kemaluan
cowok secara langsung, biasanya saya hanya melihat dari film biru saja
kalau saya diajak nonton oleh teman-teman dekatku. Ketika saya masih
terpana melihat penisnya, dia melepas BH dan celana dalamku, tentu saja
dengan sedikit bantuanku. Setelah ia menyingkirkan pakaian dalamku,
badannya yang tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket
itu, menindih badanku di atas meja kelas dan ia mulai menjilati puting
payudaraku sampai saya benar-benar menggeliat keenakan, kurasakan basah
pada bibir kemaluanku, saya baru tahu bahwa inilah yang akan terjadi
padaku kalau saya benar-benar terangsang.
Lalu tangannya yang
kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan clitorisku
sambil sesekali mencubitnya. Saya yang benar-benar terangsang tidak bisa
berbuat apa-apa selain mendesah dan menggeliat di atas meja. Cukup lama
ia memainkan tangannya di kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir
bagian bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan
clitorisku. Tidak lama saya bertahan pada permainannya itu, kira-kira 5
menit kemudian, saya merasakan darahku naik ke ubun-ubun dan saya
merasakan sesuatu kenikmatan yang sangat luar biasa, badanku meregang
dan saya merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku, Indra
tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan
nafsunya sampai hanya air liurnya saja yang membasahi kemaluanku.
Badanku terasa lemas sekali, lalu Indra duduk di pinggir meja dan
memandangi wajahku yang sudah basah bermandikan keringat.
Ia berkata padaku sambil tersenyum, "Kamu kelihatan capek banget ya Shin...". Saya hanya tersenyum.
Dia
mengambil baju basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku,
saya benar-benar kagum padanya, "Baik banget nih cowo", pikirku. Seperti
sudah mengerti, saya jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus-ngelus
penisnya, sambil sesekali menjilati dan menciuminya, saya juga tidak
tahu bagaimana saya bisa bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku
hanya membalas perbuatannya padaku, dan cara yang kulakukan ini pernah
kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.
Indra hanya
meregangkan badannya ke belakang sambil mengeluarkan suara-suara yang
malah makin membuatku ingin memasukkan penisnya ke dalam mulutku, tidak
berapa lama kemudian saya memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai
mengarahkannya masuk ke dalam mulutku, terasa benar ujung penisnya itu
menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir semua bagian batang
kemaluannya masuk ke dalam mulutku, lalu saya mulai memainkan penisnya
di dalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan
basah lagi, tanda kalau saya sudah benar-benar terangsang padanya.
Kira-kira
5 menit saya melakukan oral seks pada Indra, tiba-tiba badan Indra yang
sudah basah dengan keringat itu mulai bergoyang-goyang keras sambil ia
berkata, "aarghh..., Saya udah gak tahan lagi nih Shin..., Saya mau
keluarr...".
Saya yang tidak benar-benar memerhatikan omongannya itu
masih saja terus memainkan penisnya, sampai kurasakan cairan hangat
kental putih dan agak asin keluar dari lubang kemaluan Indra, saya
langsung mengeluarkan penisnya itu dan seperti kesetanan, saya malah
menelan cairan spermanya, dan malah menghisap penisnya sampai cairan
spermanya benar-benar habis. Saya duduk sebentar di bangku kelas, dan
kuperhatikan Indra yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan irama
nafasnya yang terengah-engah.
Saya hanya tersenyum padanya, lalu
Indra bangun dan menghampiriku, Dia juga hanya tersenyum padaku. Cukup
lama kami berpandangan dengan keadaan bugil dan basah berkeringat.
"Kamu
cantik dan baik banget Shin", katanya tiba-tiba. Saya hanya tertawa
kecil dan mulai mencium bibirnya. Indra membalas dengan nafsu sambil
memasukkan tangannya ke dalam lubang kemaluanku. Cukup lama kami
bercumbu, lalu ia berkata, "Shin..., boleh nggak Saya emm..., itumu...".
"Itu apa Ndra?", tanya saya.
"Itu..., masa kamu gak tahu sih?", balasnya lagi.
sebelun
saya menjawab, saya merasakan kepala batang kemaluannya sudah menyentuh
bibir kemaluanku. "Crestt.., creest", terasa ada yang robek dalam
kemaluanku dan sedikit darah keluar.
Kemudian Indra berkata, "Shin
kamu ternyata masih perawan!", saya hanya bisa tersenyum dan merasakan
sedikit perih di kemaluanku terasa agak serat waktu setengah kemaluannya
masuk ke vaginaku. Digerak-gerakan perlahan batang kemaluannya yang
besar tapi setelah agak lama entah mengapa rasa sakit itu hilang dan
yang ada hanya ada rasa geli, nikmat dan nikmat ketika Indra
menggoyangkan badannya maju mundur pelan-pelan saya tidak tahan lagi
seraya mendesah kecil keenakan. Kemudian semakin cepat saja Indra
memainkan jurusnya yang maju mundur sesekali menggoyangnya ke kiri ke
kanan, dan dipuntir-puntir putingku yang pink yang semakin membuatku
menggelepar-gelepar seperti ikan yang dilempar ke daratan.
Keringat
sudah membasahi badan kita berdua. Saya sadari kalau saat itu tindakan
kita berdua bisa saja dipergoki orang, tapi saya rasa kemungkinanya
kecil karena kelas itu agak terpencil. "Ahh..., ahh..., ahh", saya
mendesah dengan suara kecil karena takut kedengaran orang lain. Kulihat
wajah Indra yang menutup matanya dan terenggah-engah nafasnya.
Cukup
lama juga Indra bermain denganku, memang benar kata orang kalau atlet
itu kuat dalam bersenggama. "Ahh..., aww..., aww", geli dalam lubang
kemaluanku tidak tertahankan. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang lain yang
belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan keluar dari dalam
vaginaku.
Oh, itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku. Badanku
terasa rileks sekali dan mengejang. Mulutku ditutup oleh Indra mungkin
ia takut kalau saya mendesah terlalu keras. Meja kelas yang agak tua itu
bergoyang-goyang karena ulah kita berdua. Saya masih merasakan
bagaimana Indra berusaha untuk mencapai puncak orgasmenya, lalu ia duduk
di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluannya. Saya menurut saja
dan pelan-pelan saya duduk di kemaluannya. Indra memegang pinggulku dan
menaik-turunkan diriku. Saya belum pernah saya merasakan kenikmatan yang
seperti ini. Saya mendesah-desah dan Indra semakin semangat
menaik-turunkan diriku. Lalu badan Indra mengejang dan berkata, "Shin
saya mau keluarr", sekarang malah giliranku yang semangat memacu gerakan
tubuhku agar Indra bisa juga mencapai klimaksnya, tapi lama Indra
mengeluarkan penisnya dan terdengar ia mendesah panjang, "Ahh Shin...,
Saya keluar". Kulihat air maninya berceceran di lantai dan sebagian ada
yang di meja. Lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan.
Ia berkata, "Kamu nyesel yah Shin?", saya menggeleng sambil berkata,
"Nggak kok Ndra..., sekalian buat pengalaman bagiku."
Saya
teringat kalau orang-orang di luar kelas sangat banyak yang menonton
pertandingan, lalu saya buru-buru mengenakan pakaian dan menyuruh Indra
juga untuk memasang pakaiannya. Sebelum keluar dia bertanya padaku,
"Shin kapan kita bisa 'begituan' lagi?", dan saya menjawab "Terserah
kamu Ndra".
"Tapi nanti setelah pertandingan selesai kamu tunggu Saya
yah di pintu gerbang lalu nanti kita jalan jalan..", Ia tersenyum dan
mengangguk lalu kami berdua keluar kelas dan sengaja berpisah.