Certita sex dengan cewek Korea | Cerita Sex Terbaru 2013
Namaku Andri, sekarang aku lagi kuliah di salah satu perguruan tinggi
swasta di Malaysia. Aku akan menceritakan pengalaman tak terlupakanku
waktu SMU dulu.
Kejadiannya sekitar 2 tahun lalu, ketika aku
masih bersekolah di sebuah sekolah internasional di kuala lumpur
Malaysia. Seperti layaknya sebuah sekolah internasional, banyak sekali
murid-muridnya yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi, mayoritas
berasal dari Korea atau yang lebih dikenal sebagai 'negeri ginseng.
Kisahku
bermula ketika ada seorang gadis Korea yang baru saja masuk ke
sekolahku. Namanya Kim Chi, dia baru duduk di bangku kelas 1 SMP. Tapi
biarpun masih kelas 1 SMP, dia sudah memiliki tubuh seperti seorang
gadis berusia 17 tahun lebih. Dengan sepasang buah dada yang condong ke
depan dan bokong yang begitu montok. Saat itu juga timbullah niat
busukku untuk mencumbui tubuhnya yang padat dan berisi itu.
Tapi untuk dapat menikmati tubuhnya itu, aku harus dekat dengan dia. Maka saat itu juga, kuputuskan untuk berkenalan.
"Halo,
namaku Andri.. " ucapku sembari menawarkan tanganku. Dia pun menjabat
tanganku dan memperkenalkan dirinya. Setelah cukup lama berbincang,
akhirnya kita saling menukar nomor handphone. Dan sejak saat itu, aku
pun sering SMS-an dan juga teleponan sama dia. Kita pun jadi dekat dan
mulai berpacaran.
Minggu-minggu pertama pacaran merupakan
minggu-minggu yang membosankan. Ini disebabkan si Kim Chi masih
malu-malu kucing. Tiap kali aku ingin menciumnya, dia selalu menghindar.
Dan dikalanya tanganku meraba paha ataupun buah dadanya, dia selalu
menarik tanganku. Setelah kuselidiki, ternyata Kim Chi berasal dari
sebuah sekolah khusus perempuan. Di mana tidak ada yang namanya pria
atau lelaki sama sekali. Aku pun heran dan bertanya-tanya pada diriku
sendiri, orangtua macam apa yang mau menyekolahkan anak perempuannya ke
sekolah yang hanya berisikan perempuan saja.
Menurut
teman-temannya, selama 6 tahun dia tidak pernah mengenal yang namanya
laki-laki. Ya ampun, pasti dia belum pernah merasakan yang namanya
dicium ataupun dipegang-pegang. Sejak mendengar cerita tersebut, aku pun
memberanikan diri. Aku berkata padanya,
"Kalau dicium itu enak rasanya, apalagi kalau buah dada dan paha kamu diraba-raba.. "
Pada
mulanya ia menolak dan enggan bibirnya kucumbui dan tubuhnya
kupegang-pegang. Tetapi akhirnya, setelah kubujuk beberapa kali, Kim Chi
pun mau dan ingin mencoba nikmatnya dicumbu dan diraba-raba. Maka mulai
saat itu juga, setiap kali aku dan dia jalan, pasti ada adegan
cium-ciuman dan pegang-pegangan. Aku dan Kim Chi sangat sering jalan
berduaan di KLCC, sebuah shopping mall di Kuala Lumpur. Dan tempat yang
paling aku gemari dari situ adalah di bioskopnya dan juga di tamannya.
KLCC memiliki sebuah taman yang cukup besar, jadi seandainya tidak bisa
melakukan 'hal-hal' tersebut di bioskop, maka taman merupakan tempat
kedua paling cocok buat berduaan.
Pertama kalinya aku mendengar
Kim Chi mendesah karena nikmat adalah ketika kami di taman KLCC. Saat
itu kebetulan lagi sepi dan tidak banyak orang yang datang untuk
belanja. Jadi kuputuskan untuk mengajak Kim Chi ke taman dan duduk
berduaan di bawah pohon, tujuannya supaya tidak kelihatan orang lain.
Setelah cukup lama berbincang, aku pun sudah tidak sabar lagi, maka
langsung saja kuciumi lehernya dan menjilati telinganya. Kedua tanganku
juga tidak tinggal diam, tangan kiriku meremas buah dadanya dan tangan
kananku menelusuri roknya sambil mengelus-elus vaginanya. Ia pun
mendesah dengan hebatnya,
"Aaah.. Aaah.. "
Mendengar
desahannya itu, aku jadi tambah bernafsu dan langsung saja kuselipkan
jari-jariku ke dalam BH-nya dan bermain dengan putingnya.
"Ya ampun.. Lembut sekali putingnya.. Begitu menggemaskan.. " bisikku dalam hati.
Jari-jariku
pun kuselipkan ke dalam CD-nya, dan kurasakan betapa halusnya vagina si
Kim Chi. Aku merasakan bulu-bulu halus yang baru tumbuh, tidak hanya
itu, kurasakan pula cairan yang keluar membasahi vaginanya.
"Aaah..
Aaah.. Andri.. " desahannya semakin menjadi-jadi sembari memelukku
dengan erat. Ia begitu lemas dan tidak berdaya, memeluk dan mencium-cium
kecil saja yang dapat ia lakukan pada saat itu.
"Gimana rasanya
Chi? Enak kan?" tanyaku padanya. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya
saja dan tersenyum malu. Kim Chi kelihatan begitu lelah sekali, wajar
saja, ini merupakan pengalaman pertamanya. Pertama kalinya vagina dan
buah dadanya dimainkan seorang laki-laki. Maka kuputuskan untuk
mengantarnya pulang ke rumahnya saja.
"Chi, kamu aku antar pulang ya, kamu kelihatan capek sekali.. "
Kembali
ia diam saja tak mengatakan sepatah kata pun, hanya menganggukkan
kepalanya saja. Aku jadi merasa bersalah karena telah berbuat demikian
pada dirinya, apalagi kita ini baru saja saling mengenal. Tetapi
pemikiranku salah, aku salah besar. Ternyata setelah kejadian itu, si
Kim Chi jadi lebih bernafsu. Dia berubah menjadi seorang cewek yang
nafsuan, yang sangat liar. Setiap kali ada waktu kosong di sekolah,
ketika semua murid lagi pada di dalam kelas, atau di kala semua orang
lagi makan siang di kantin, pastinya si Kim Chi selalu mengajakku
melakukan "hal-hal" tersebut secara diam-diam.
Kamar mandi guru,
kelas kosong, ataupun di kamar mandi cewek. Tempat-tempat ini merupakan
tempat-tempat yang paling digemari Kim Chi buat melakukan 'hal-hal'
tersebut denganku. Pokoknya setelah kejadian di taman KLCC waktu itu,
Kim Chi jadi lebih liar dan ganas. Malah ia jadi begitu aktif memainkan
penisku. Yang tadinya tidak tahu sama sekali cara memainkan penisku,
jadi sangat aggresif memainkannya. Ia sangat menggemari kegiatan
meremas-remas penisku. Kim Chi menjadi seorang cewek yang sangat nakal.
Aku
pun mulai mengajari dia cara memainkan vaginanya sendiri ataupun
bermain dengan putingnya alias masturbasi. Bukan hanya itu, aku juga
mengajarinya cara berphone sex. Sepertinya Kim Chi begitu menikmati
phone sex soalnya setiap kalinya aku telpon, dia pasti selalu
menanyakanku untuk melakukan phone sex. Karena keseringan melakukan
phone sex dan juga 'hal-hal' tersebut, maka aku beranggapan kalau sudah
waktunya gadis Korea ini merasakan sex yang sungguh-sungguhan. Apalagi
sekarang ini, dia sudah menjadi sangat liar dan aggresif, pasti
berhubungan sex dengan dia merupakan hal yang tidak cukup sulit.
Aku
pun terus berpikir, kapan waktu yang paling bagus buat menghilangkan
keperawanan si Kim Chi, dan di mana tempat yang paling sesuai buat
melakukan itu semua. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya aku menemukan
jawabannya. Aku baru ingat kalau aku pernah tanya sama si Kim Chi,
kalau dia sudah pernah atau belum dikasih hadiah ulang tahun sama cowok.
Kim Chi pun berkata kalau ia belum pernah dikasih hadiah ulang tahun
sama cowok, dan ia ingin sekali mendapatkan hadiah ulang tahun dari
cowok. Maka kuputuskan untuk melakukannya pada hari ulang tahunnya, di
aparteman temanku yang kebetulan lagi kosong dan kuncinya dititipkan
padaku.
Tibalah hari ulang tahun Kim Chi yang ke 13, aku pun
mengajaknya makan dan jalan-jalan, seperti biasa di KLCC. Setelah cukup
lama keliling KLCC, aku pun bertanya kepada Kim Chi,
"Chi.. Kamu
mau nggak ikut aku ke suatu tempat spesial? Di sana aku sudah nyiapin
sebuah hadiah yang sangat bagus buat kamu.. Kamu bilang kamu ingin
banget dapet hadiah ulang tahun dari cowok.. Biarin aku jadi cowok
pertama yang kasih kamu hadiah ulang tahun.. "
Kim Chi kelihatan
sangat gembira dan setuju dengan tawaranku. Maka pergilah kami ke
aparteman temanku itu. Sesampainya di sana, aku langsung saja membawa
Kim Chi ke kamar yang sudah kusiapkan. Setelah masuk ke kamar, aku pun
mengunci pintu dan langsung saja menanggalkan semua pakaianku. Aku hanya
memakai CD-ku saja.
"Eh Andri.. Kamu ngapain buka-buka pakaian kamu? Memangnya kamu mau ngapain? Terus, hadiah yang kamu janjikan ke aku mana?"
"Hadiahnya
ya ini Chi.. Kita bisa buat yang gitu-gitu sampai puas.. Plus, biasanya
kan kita cuma pegang-pegangan tapi nggak sampai lihat dalamnya kan?
Kamu masa nggak mau liat penisku bentuknya gimana.. Masa nggak mau liat
apa yang ada di balik CD putih ini.. "
Dan seperti biasa, ia
hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya. Tapi yang membuatku
sangat bernafsu ialah ketika ia menjulurkan lidahnya sambil
menggigit-gigit bibirnya. Aku langsung menerkamnya dan menariknya ke
tempat tidur. Kubuka kancing bajunya satu demi satu dan juga roknya
sehingga ia hanya memakai BH dan CD saja. Betapa indahnya pemandangan
pada saat itu, apalagi BH dan CD yang dipakai Kim Chi jenis BH dan CD
yang transparan atau tembus pandang. Aku bisa melihat puting dan juga
vaginanya secara samar-samar. Aku langsung menuju ke buah dadanya yang
sangat menggiurkan dan menanggalkan BH yang dipakainya.
"Wah..
Indah sekali buah dadanya.. Begitu putih dan mulus.. Padat berisi
sekitar 34-B. " Dengan puting yang sangat imut dan masih berwarna merah
jambu. Langsung saja kuciumi dan kujilati buah dadanya yang sangat lezat
itu. Aku juga menyempatkan untuk menggigit putingnya yang ternyata
begitu kenyal dan nikmat. Ia mendesah dengan hebatnya,
"Aaah.. Ooohh.. ", sambil menarik-narik rambutku.
Setelah
puas mengulum buah dadanya, aku pun turun ke perutnya. Kembali kuciumi
dan kujilati perutnya itu. Ia menggelinjang karena kegelian dan semakin
menarik rambutku. Aku turun dan turun hingga ke vaginanya. Kuarahkan
lidahku ke clitorisnya dan memainkannya seenakku. Kim Chi pun kembali
mendesah sembari menarik rambutku, namun kali ini desahannya begitu
keras,
"Oooh.. Aaah.. Andri.. Oh yeah.. Aaah.. Jangan berhenti.. "
Desahannya
tersebut membuatku semakin bernafsu, membuatku mempercepat permainan
lidahku pada clitorisnya. Ia pun mendesah lagi dan nampaknya akan segera
menyemprot. Dan betul dugaanku, cairan asin menyemprot ke mukaku yang
sedang menjilati vaginanya. Kim Chi pun kelihatan lemas sekali setelah
kulakukan foreplay pada dirinya.
Namun demikian, aku tidak ingin
sampai di situ saja. Aku menyuruhnya untuk mengulum penisku. Ia pun
menurut dan langsung menggenggam penisku dan memasukkannya ke dalam
mulutnya.
"Oh yeah.. Oohh.. Chi.. Oooh.. Nikmat sekali.."
Ia
begitu pintar memainkan penisku. Diputar-putar, dijilat-jilat, terus
dicelupin ke mulutnya. Bukan hanya itu, ia juga bermain dengan kedua
bijiku.
"Pintar sekali ini cewek..", ujarku dalam hati. Ia menyedot dan juga menjilati kedua bijiku dengan variasi yang berbeda.
"Oooh.. Oooh.. Oh yeah.."
Aku
pun akhirnya keluar dan menyemprotkan semua spermaku ke dalam mulutnya.
Karena baru pertama kali melakukan ini, Kim Chi menelan habis semua
spermaku. Ia merasa jijik dan ingin muntah setelah menelan semuanya. Aku
hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajahnya yang begitu polos dan
lugu.
Setelah cukup lama berbaring di atas ranjang, Kim Chi pun
menyuruhku mengantarnya pulang, apalagi hari sudah hampir malam dan
orangtua Kim Chi pasti mencarinya. Akan tetapi, aku belum mengijinkannya
untuk pulang.
"Chi, kamu mau ke mana? Jangan buru-buru.. Aku masih ada satu lagi hadiah ulang tahun buat kamu.."
Ia pun heran dan bertanya-tanya. Aku hanya menyuruhnya menutup matanya saja.
"Inilah kesempatanku untuk merasakan vaginanya dan menghilangkan keperawanannya.. ", bisikku dalam hati.
Dan
tanpa basa-basi, aku dengan perlahan memasukkan batang penisku ke dalam
liang vaginanya. Kim Chi pun kaget dan membuka matanya, ia mau
melepaskan diri dan menghindar. Tapi aku menahannya dan membisikkan arah
telinganya,
"Chi.. Kamu jangan takut.. Apa pun yang akan terjadi, aku tetap sayang sama kamu dan akan bertanggung jawab.."
Kim
Chi pun hanya dapat menangis kesakitan ketika kumasukkan seluruh batang
penisku ke dalam vaginanya. Dan di situ juga, kusaksikan darah mengalir
dari liang vaginanya. Aku telah menghilangkan keperawanannya.
Kurasakan
dinding-dinding vaginanya yang begitu hangat menjepit penisku. "Oooh..
Aaahh.." Nikmat sekali rasanya. Kim Chi hanya dapat menangis dan
menangis, karena keperawanannya telah hilang. Aku pun kembali mengecup
keningnya dan berkata,
"Chi.. Aku nggak akan meninggalkan kamu.. Aku akan bertanggung jawab.. Kamu jangan nangis ya.." Ia mengangguk dan menurut saja.
Keesokan
harinya aku mengantar Kim Chi ke rumahnya. Setelah itu aku berkata
padanya kalau aku enggak akan ninggalin dia. Tapi aku berbohong, aku
belum siap untuk semua ini. Aku belum siap menjalin hubungan seperti
ini.
Aku pun berbohong kepada Kim Chi dan mengatakan kalau aku
akan balik ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi. Ia mencoba
menelponku dan juga mengSMSku. Tapi aku sudah terlanjur membuang kartu
telponku dan menukarnya dengan yang baru. Aku pun pindah ke kota lain,
kota yang jauh dari Kuala Lumpur, kota yang jauh dari Kim Chi.
Aku
begitu menyesal dengan apa yang telah terjadi. Tidak kusangka nafsu
seorang pelajar kelas 3 SMU yang berlebihan, bisa menghancurkan masa
depan seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. 2 tahun
telah berlalu, dan aku pun tidak mengetahui kabar terbaru dari Kim Chi.
Aku harap dia baik-baik saja.
Kisahku memang kampungan dan
terlampau kuno. Tapi aku baru sadar, nafsu yang terlalu berlebihan
tidaklah baik. Melakukan hubungan sex dengan gadis Korea memanglah
nikmat, dan kuakui itu memang cita-citaku dari dulu. Tapi akibat nafsuku
yang berlebihan itu, semuanya menjadi begitu fatal.