Cerita Sex - X sekarang akan memosting sebuah cerita sex berjudul "Kekasih Terhebat" yang mugkin akan menghibur bagi agan agan yang membaca nya.
Sex bisa dikatakan
Kegiatan yang sangat nikmat bila dilakukan dengan seorang cewek cantik dan
seksi. Terjebak dengan keindahan fantasi kenikmatan surgawi
yang nikmat itu adalah pengalaman yang tak terlupakan. Sex adalah suatu
keindahan yang setiap saat harus bisa dinikmati. Cewek cantik
memiliki payudara yang montok itu mempesona penglihatan. Kemolekan dan
kemulusan kulit tubuhnya yang tergeletak pasrah telanjang bulat diatas
ranjang membuat gairah birahiku terus bergelora seakan tak pernah padam.
Seperti apa Cerita Sex"Kekasih Terhebat". Berikut
selengkapnya:

Cerita ini merupakan pengalaman pribadi yang sangat berkesan sekali
bagi saya. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu. Awalnya bermula
pada pertengahan masa-masa kuliah saya di sebuah Perguruan Tinggi
ternama di Jakarta. Bukan apa, selama ini entah kenapa selalu timbul
rasa penasaran dalam diri saya untuk ingin mengungkapkan semua yang
pernah terjadi pada diri saya. Secara kebetulan saya bertemu dengan
seorang teman sekerja dan menyarankan untuk menceritakan kembali
pengalaman saya ini. Terus terang saya baru tahu ada site semacam ini di
Internet.
Saya sangat tertarik dan ingin
membagi cerita pada seluruh pembaca. Tentang kenyataan yang ada dan
mungkin sering terjadi disekeliling kita. Kelebihan dan kekurangan dari
isi cerita ini adalah menurut yang saya alami. Terserah apapun tanggapan
dari para pembaca..Sebutlah nama saya Fandy tetapi
teman-teman biasa memanggil saya Andy saja.
Saya mengenal sex
bisa dikatakan belum terlalu lama juga. Baru mulai semester 3 semasa
duduk dibangku kuliah dulu (saat itu usia saya baru 20 tahun). Kali
pertama keperjakaan saya terenggut oleh Mbak Dewi (salah seorang
karyawati XX di kampus yang sempat menjadi kekasih saya selama kurang
lebih 2 tahun). Semenjak itu sex bagi saya seolah sudah menjadi salah
satu kebutuhan utama sehari-hari. Saya seolah terjebak dengan keindahan
fantasi kenikmatan surgawi yang Mbak Dewi berikan dan ajarkan kepada
saya.
Hubungan saya dengan Mbak Dewi bisa dibilang lumayan lama
juga, dan malahan sampai beberapa kali membuahkan kehamilan. Meski
begitu Mbak Dewi selalu saja menggugurkannya. Hal ini terjadi berulang
sampai lima kali. Gila memang, tetapi entah kenapa Mbak Dewi justru
sangat menikmati hasil perbuatan saya selama hampir kurang lebih 2 tahun
hubungan asmara kami itu berlangsung. Saya tidak tahu apakah itu
termasuk suatu penyimpangan perilaku atau bukan. Yang jelas setiap kali
terjadi kehamilan dengan bangga ia memberitahukannya kepada saya dan
mengatakan bahwa saya adalah pria paling hebat yang pernah dikenalnya.
Bagi saya sendiripun Mbak Dewi adalah segala-galanya. Meski secara
fisik ia lebih tua hampir 5 tahun dibanding usiaku, namun itu tidak
menjadi beban dan halangan bagi saya untuk mengasihi dan menyayanginya
sebagai layaknya seorang kekasih. Kuakui saya bukanlah pria pertama
dalam kehidupan cintanya, tetapi itu bukan masalah karena saya sangat
mencintainya. Memang meski secara resmi kami belum menikah namun untuk
masalah sex kami sudah melakukannya sebulan semenjak pertama kali saling
berkenalan. Bercinta dengannya seakan tak pernah bosan.
Sex
menurutnya adalah suatu keindahan yang setiap saat harus bisa dinikmati.
Ibarat nasi, 2 atau 3 hari saja rutinitas intim itu tertunda pasti
keesokan harinya Mbak Dewi langsung uring-uringan tanpa alasan yang
jelas. Kalau sudah demikian hanya ada satu obat paling manjur untuk
mengatasinya. Meredamnya dengan buaian-buaian kenikmatan surgawi.
Menurutnya saya adalah pria yang paling berharga dan paling
menggairahkan dalam hidupnya. Saat itu sudah begitu besar keyakinan dan
perasaan cinta saya terhadapnya dan kukira begitu pula sebaliknya. Dan
tak pernah terlintas sekalipun di benak saya hubungan indah ini akan
berakhir begitu saja.
Sampai suatu ketika,
kebetulan saya ada suatu keperluan mendadak yang sangat penting dan
harus ke Bandung selama hampir 2 minggu. Mbak Dewi melepas kepergianku
dengan berat hati. Ia tak akan sanggup bila terlalu lama berpisah
denganku. Saya sendiri sangat memaklumi perasaannya. Bagaimanapun selama
ini tiada hari tanpa kami lewati bersama-sama. Saya ingin mengajaknya
turut serta namun itu berarti ia harus bolos kerja. Aku tak menginginkan
itu jika ia sampai kena teguran lagipula saat itu saya tak meragukan
kesetiaannya.
Namun kenyataannya tanpa pernah kuduga sama sekali
Mbak Dewi melakukan kesalahan besar dan membuat geger karena tertangkap
basah sedang melakukan hubungan intim dengan salah seorang dosen
senior. Hanya sehari sebelum kedatanganku pulang. Fatalnya mereka
melakukannya justru disalah satu ruang kantor ketika pegawai yang lain
sedang mengikuti rapat rutin mingguan. Memalukannya lagi kejadian
tersebut sempat menjadi tontonan gratis beberapa orang mahasiswa yang
kebetulan mengetahui kejadian mesum tersebut.
Terus terang saya
sangat kecewa, malu dan sakit hati dengan perbuatannya tersebut. Saya
benar-benar tidak menyangka Mbak Dewi tega menghianati saya dan
berselingkuh dengan orang lain. Saya merasa benar-benar telah tertipu
dengan perasaan saya sendiri. Padahal saya sangat menyayangi Mbak Dewi
sebagaimana layaknya seorang kekasih bahkan calon istri. Saya tidak
pernah menghianati cinta saya kepadanya, karenanya ini benar-benar
sangat menusuk perasaan. Akhirnya karena terlanjur malu mereka berdua
menikah hanya kurang dari 1 minggu semenjak kejadian memalukan tersebut.
Mbak Dewi setengah mati berusaha meminta maaf kepadaku atas segala
perbuatannya. Dia mengaku khilaf dan meminta pengertianku.
Meski
dengan berat hati apapun alasannya saya berusaha memaafkan dan
mengikhlaskan semuanya. Saya berusaha untuk tak menemuinya lagi. Hal ini
terasa terlalu sangat menyakitkan. Namun anehnya, hanya 2 hari
menjelang pernikahannya entah kenapa aku merasa begitu cemburu dan ingin
sekali berjumpa dengannya. Seolah tahu akan perasaan dan keinginanku,
Mbak Dewi ternyata memang telah menunggu kedatanganku. Tidak perlu saya
ceritakan detilnya, yang jelas saat itu kembali terulang kemesraan yang
biasa kami lakukan sebelum kejadian tak mengenakkan tersebut. Bahkan
saking rindunya saya sampai menyebadaninya berulang-ulang kali tanpa
henti selama beberapa jam. Apalagi bila melihat kemolekan dan kemulusan
kulit tubuhnya yang tergeletak pasrah telanjang bulat diatas ranjang
begitu mempesona penglihatanku. Membuat gairah birahiku terus bergelora
seakan tak pernah padam.
Kenikmatan demi
kenikmatan kami raih dan entah sudah berapa kali kami berdua saling
menyemburkan cairan kenikmatan. Rintihan dan erangan kepuasan berulang
kali terdengar lembut dari mulut mungilnya yang indah. Kedua bibir
merahnya selalu digigitnya gemas setiap kali kuberhasil memberinya
seteguk demi seteguk anggur kenikmatan. Seakan pengantin baru hampir
sepanjang siang sampai sore kami berdua menikmati indahnya surga dunia
meskipun hanya sesaat itu saja. Kusadari sepenuhnya bahwa kemungkinan
ini adalah terakhir kalinya kami dapat tidur bersama. Satu yang tak bisa
kulupakan hingga detik ini dan sampai kapanpun juga, hasil perbuatan
kami tersebut ternyata kembali membuahkan kehamilan. Hanya saja kali ini
Mbak Dewi sama sekali tidak menggugurkannya sebagai bukti rasa kasihnya
kepadaku.
Beruntung suaminya tidak pernah curiga dengan
kehadiran anak laki-laki pertama mereka yang mukanya sangat mirip sekali
denganku. Saat ini usianya hampir menginjak 4,5 tahun. Hampir 3 minggu
kemudian setelah pernikahan mereka kami mulai jarang bertemu apalagi
bertatap muka. Di kampus pun Mbak Dewi seakan berusaha menghindar bila
melihat kedatanganku. Aku berusaha mengerti atas semua sikapnya karena
bagaimanapun juga ia sekarang telah menjadi milik orang lain. Aib yang
ia alami dulu seolah menjadi trauma yang memalukan baginya. Hari-hari
yang biasanya selalu indah ceria seakan berubah dan berbalik 180
derajat. Saya sering melamun dan dilanda rasa cemburu yang berlebihan.
Ingin marah tetapi entah kepada siapa.
Pada dasarnya saya
bukanlah orang pendendam, sehingga sedikitpun tidak ada keinginanku
untuk membalas semua perbuatannya. Hanya saja rutinitas sex yang
biasanya saya lakukan hampir setiap hari bersama Mbak Dewi seakan
terhenti total. Hal ini ternyata sangat mengganggu pikiran dan baru saya
sadari setelah sekitar 3 minggu kebiasaan rutin tersebut terhenti.
Bagaimanapun saya adalah laki-laki normal yang sebelumnya sudah terbiasa
melakukan rutinitas sexual. Saya kira pembaca pasti mengerti apa yang
saya maksudkan.
Itulah kenyataannya, pada mulanya saya sering
merasa pusing tanpa sebab, sering sampai tidak bisa tidur dan yang
paling menyiksa bila alat kelelakian saya hampir setiap saat sering
tegang sendiri. Kalo sudah begitu bisa sehari semalam saya tidak bisa
tidur sama sekali. Saya sendiri bukanlah pria yang senang bermasturbasi
atau onani. Sejak dulu bisa dikatakan hanya sekali atau dua kali saja
saya melakukannya sebelum mengenal Mbak Dewi. Setelah itu paling sering
justru Mbak Dewi sendiri yang melakukannya bila ia sudah tak sanggup
lagi melayaniku atau kalau kebetulan dia sedang kepingin melakukan oral
sex.
Aku hanya tersenyum geli dan mengiyakan permintaannya yang
sedikit diluar kebiasaan. Karena terus terang saya lebih senang
mengeluarkan air mani saya didalam liang vaginanya. Mungkin karena saat
itu saya merasa hanya Mbak Dewi saja satu-satunya wanita didalam hidup
ini yang paling kucintai, saya mengira hanya Mbak Dewi sajalah yang
memiliki (maaf) liang vagina paling nikmat di dunia. Lucu memang. Dan
setiap kali bahkan sampai kapanpun saya akan selalu teringat atas segala
keindahan dan pesona sexual yang dimilikinya.
Bercinta dan
bersetubuh dengannya membuatku benar-benar merasa sangat berharga
dilahirkan sebagai seorang laki-laki. Saya merasa bangga dan bahagia
bisa melihatnya merintih merasakan kenikmatan yang kuberikan dan
membuatnya orgasme hingga berkali-kali. Mbak Dewi sangat menyukai
perlakuanku setiap kali aku memuasinya. Mungkin saja dia termasuk
golongan wanita yang hiperaktif, karena apapun bentuk kenikmatan yang
sedang dirasakannya ketika orgasme selalu diekspresikan seketika itu
juga. Menjerit, memekik, menggeliat bahkan kadang sampai
menendang-nendang. Bila sedang mencapai puncak Mbak Dewi seakan seperti
terkencing-kencing dan begitu hebat tubuhnya menggeliat sambil
menyemprotkan cairan kemaluannya.
Terkadang saya nggak pernah
habis pikir bila Mbak Dewi sedang berada di puncak gejolak birahinya.
Bila sedang orgasme cairan yang disemburkannya relatif sangat banyak
untuk ukuran wanita seperti dia. Mungkin jauh lebih banyak dibanding
semburan air mani pria manapun juga. Dan uniknya Mbak Dewi sanggup
melakukannya berkali-kali. Bila sedang terangsang paling tidak saya
harus mengulang menyetubuhinya maksimal sebanyak 7-8 kali dalam setiap
permainan. Mbak Dewi selalu memuntahkan cairan orgasmenya sampai
menyembur keluar dari liang vaginanya. Persis seperti air mancur kecil.
Waktu itu saya tidak tahu apa setiap wanita memang begitu adanya bila
sedang orgasme. Bila sudah demikian dengan sabar terpaksa saya harus
mencabut keluar batang penis saya dari jepitan liang vaginanya agar
cairan kewanitaannya bisa tumpah keluar. Kalau tidak, rasanya seperti
sedang berada di dalam kolam renang air panas.
Dengan manja Mbak
Dewi mencium bibir saya mesra lalu segera beranjak ke kamar mandi untuk
membersihkan kemaluan dan selangkangannya yang basah. "Mmm ..cupp ..
kau hebat sekali Andy .. mm ..sebentar sayang .. aku ke kamar mandi dulu
yaa .. cupp ..", bisiknya penuh kemesraan setelah orgasme pertamanya
selesai. Ia tertawa kecil melihat alat kelelakianku yang basah berlendir
terkena semburannya. Sementara diatas sprei juga tampak mulai basah
tersiram cairan orgasmenya yang luar biasa banyaknya. "Oooh .. kau luar
biasa sekali Dewi .. benar-benar membuatku terangsang ..", ujarku
takjub. "O yaa .. mm ..sabar sayang .. tunggu saja giliranmu ..mm ..cupp
.. aku juga menginginkan semburanmu Andy ..hh .. aku ingin benih kita
benar-benar menyatu sayang ..mm ..", bisiknya genit. Dua menit kemudian
ia kembali lagi keatas ranjang dan menyuruhku langsung menyetubuhinya
seperti semula. Demikian berulang-ulang saya selalu melakukannya sampai
sebanyak 4-5 kali dan begitu pula ia selalu membersihkan diri ke kamar
mandi setiap kali selesai orgasme. Selebihnya biasanya Mbak Dewi hanya
bisa terbaring lemas kelelahan diatas kasur.
Ia memang sangat
sensitif dan mudah sekali orgasme. Setiap kali alat vitalku menekan
kedalam dan merangsang dinding vaginanya, paling tidak selama kurang
lebih 2-3 menit Mbak Dewi sudah mencapai klimak dan cairan orgasmenya
langsung menyemprot keluar mengguyur batang kelelakianku. Karena itu,
setiap kali menyetubuhinya harus saya lakukan secara perlahan-lahan.
Jangan sampai penis saya menggesek liang vaginanya terlalu cepat.
Waktu sudah menjelang sore ketika ia kembali mencapai
klimak, .. kucabut keluar alat kejantananku yang liat dan panjang dari
dalam jepitan liang vaginanya. Mbak Dewi sontak menggeliat dan mengejan
sambil mengangkat pinggulnya keatas. Aku segera bergeser sedikit ke sisi
kanan tubuhnya. Dan .. Pyuurr .. untuk kelima kalinya cairan orgasmenya
menyemprot keluar dari sela-sela celah vaginanya membasahi
selangkangannya sendiri dan sebagian sprei tempat tidur. "Fuuhh .. kau
keluar lagi Dewi .. nikmat ya sayang ..". "Aaahh ..Andy ..nngghh
..uuwwhh ..oohh ..", pekiknya keras setengah tertahan sebelum akhirnya
pinggulnya terhempas kembali keatas ranjang.. Sejenak kuusap seluruh
batang kejantananku yang basah kuyub dengan selimut, lalu dengan
bernafsu kuarahkan kembali kepala penisku yang semakin mengkilat ke
liang vagina Mbak Dewi yang mulai menutup rapat lagi.
"Aaww
..uuhh .. Andy ..", rintihnya nikmat sambil memelukku lagi. Aku kembali
mengayuh naik turun menggoyang tubuhnya. Memberikannya kenikmatan. Mbak
Dewi hanya menatapku pasrah melihatku kembali menyetubuhinya seakan
ingin membuat dirinya orgasme berulang-ulang kali tanpa henti. " Su
..sudah Andy .. a ..aku lemas sekali .. aku bisa keluar lagi ..oohh ..
ja ..jangan .. jangan sekarang Andy .. ooww .. ooww ..uuhh .. yaahh ..
", rintihnya lemas menahan nikmat ketika hanya dalam 2 menit cairan
orgasmenya yang panas kembali menyembur dan seolah mendorong kepala
penisku keluar.
Untuk kesekian kali kembali kucabut batang
kelelakianku dari jepitan rapat liang vaginanya. Dan .. pyuur .. cairan
orgasme Mbak Dewi langsung tumpah keluar membasahi bibir kemaluan dan
selangkangannya lagi. Sebagian besar langsung meresap kedalam sprei
tempat tidurnya yang semakin basah lembab berair. "Wooww .. kau luar
biasa sekali Dewi .. mm .. kau cepat sekali keluar sayang ..", ujarku
takjub. "Nngg ..hh ..su ..sudah Andy .. aku lemas sekali .. oohh .. ayo
dong Andy sekarang giliranmu .. beri aku semburanmu sayang ..",
rintihnya lemas. "Mmm .. sebentar lagi sayang .. kau menggairahkan
sekali Dewi .. hh ..aku ingin melihatmu orgasme sekali lagi ..", ujarku
gemas sambil kubenamkan kembali batang penisku yang besar dan panjang ke
dalam liang vaginanya. "Nngghh .. ja ..jangan Andy ..a..aaku lemas
sekali ..aaww ..", rintihnya kecil ketika batang kelelakianku kembali
menembus dan membelah liang vaginanya sampai menekan peranakannya. "
Ooohh Dewi .. ahh .. nikmat sekali sayang ..", erangku keenakan
merasakan gesekan lembut dinding vaginanya yang basah dan rapat. " A..
ahh ..Andy .. a..aku bisa pingsan sayang .. nngghh .. ja ..jangan
teruskan Andy ..aaww .. oohh .. duh gusti .. uuhh .. ooww .. ooww yaahh
..", pekiknya nikmat ketika begitu singkat ia kembali orgasme entah
untuk kesekian kalinya. "Wooww .. Dewii .. kau luar biasa sekali sayang
.. mm .. oohh .. vaginamu mudah sekali terangsang sayang..", ujarku
gemas melihatnya kembali mereguk anggur kenikmatan.
Kurasakan
cairan kewanitaannya yang menyembur hebat berusaha mendorong batang
kelelakianku keluar. " Aahh .. A..andy .. su ..sudah ..sudah sayang ..
aku sudah lemas sekali ..", rintihnya semakin lemah. Kupandangi wajah
cantiknya yang berkeringat. Terlihat rona-rona kenikmatan yang amat
sangat terbayang di wajahnya. Bibir merahnya yang mungil sedikit
megap-megap mengatur napas. Aku tersenyum bahagia melihatnya. Kukecup
lembut bibirnya yang hangat dan mengajaknya bercumbu untuk sesaat. "Andy
.. kenapa kau belum juga keluar sayang .. oohh ..berapa lama lagi aku
harus menunggumu sayang .. a ..aku sudah lemas sekali Andy ..", bisiknya
masih kelelahan. "Fuuhh .. nanti saja sayang .. kita istirahat dulu
..", ujarku penuh kasih sayang. Aku jadi tak tega melihatnya. "Andy ..
jangan begitu sayang .. lakukanlah .. aku juga ingin melihatmu puas
..ayo dong sayang .. jangan bersikap begitu ..", bisiknya mesra. "Tapi
kau masih letih Dewi .. kau bisa keluar lagi nanti ..", ujarku khawatir.
"Hehh .. lakukanlah Andy .. aku tak peduli sayang .. atau ..atau aku
akan meng-onani alat vitalmu ..", ujarnya nakal. "Wooww ..kau nakal
sekali Dewi .. tadi kau minta berhenti .. mm ternyata kau masih kurang
puas juga sayang .. mm cupp ..ok .. kau ingin melihatku puas juga sayang
..", bisikku penuh gairah. Mbak Dewi tersenyum gemas lalu mencubit
pinggulku mesra. "He-eh .. Andy .. kau tahu aku sangat menyukainya
sayang .. semburan hangatmu yang mm ..", bisiknya lembut penuh gairah.
Selama kurang lebih 3 menit aku kembali menggoyang pinggul turun naik
menyetubuhinya. Dinding vaginanya yang hangat dan lembut seakan
meremat-remat hebat pertanda Mbak Dewi akan segera orgasme kembali.
"Andy ..ooh ..Andy ..duh gusti .. aku mau keluar lagi .. ooh .. oohh ja
..jangan terlalu cepat sayang .. a..a ..aku.. ooww ..oww ..uuww ..",
pekiknya kuat menahan rasa nikmat. " Keluarkanlah Dewi .. yaahh .. aku
ingin merasakan semburanmu ..sshh .." "A..andy .. sekaraang ..sekarang
.. aakkhh .. oowwhgk ", teriaknya tertahan. Secepat kilat kucabut batang
kelelakianku dari jepitan dinding vaginanya yang rapat lalu kugeser
tubuhku kebawah sehingga mukaku kini persis berada diatas
selangkangannya. Jemari tangan kananku secepat kilat meraih dan
memlintir daging clitorisnya. Dan .. Pyuurr .. Kembali Mbak Dewi
memuntahkan keluar cairan orgasmenya yang bening. Begitu kuat
semprotannya hingga sebagian besar sampai mengenai dan menyiram mukaku.
Dengan cepat mulutku menangkap cairan kenikmatannya dan langsung kutelan
nikmat. Terasa hangat dan encer. Mmm .. tiada yang lebih nikmat dan
indah kecuali merasakan seutuhnya air surgawinya. Kerongkonganku yang
tadinya agak kering kini sedikit terasa lebih segar dan basah. Kukecup
dan kukulum gemas pentil daging clitorisnya yang kemerahan. Sementara
ujung lidahku menggapai masuk kedalam liang kemaluannya sembari menyedot
sisa-sisa cairan orgasmenya yang masih merembes keluar.
Kali ini Mbak Dewi benar-benar lemas tak berdaya. Napasnya semakin
megap-megap karena nikmat luar biasa yang dirasakannya. Selangkangannya
benar-benar basah kuyub oleh cairan orgasme yang berulangkali ia
semburkan. "Mmm .. aku menyukai rasanya sayang .. aah .. kau
menikmatinya Dewiku sayang ..", ujarku puas melihatnya tak berdaya.
"A..andy .. a..a..aku su..sudah tak kuat lagi sayang .. oohh ..a..aku
seperti terkuras Andy ..", rintihnya lemas. " Aku tahu sayang ..
sekarang tidurlah .. kau kelihatan capek sekali ..", ujarku mesra. "Ka
..kau bagaimana sa..sayang ..", bisiknya setengah bingung melihatku
masih belum terpuaskan. " Sudahlah Dewi .. tidak apa-apa ..tidurlah ..",
kataku pelan.
Kupeluk mesra tubuh telanjangnya
yang basah berkeringat dan menina bobokkannya. Kubelai dan kuremas
lembut kedua buah payudaranya secara bergantian. " Oohh ..Andy ..aku
akan memuasimu setelah ini sayang .. mmhh ..hh ..hh..", rintihnya
perlahan sambil mengatur napas. " Sudahlah Dewi .. tidurlah dulu ..
nanti setelah segar kau boleh memuasi aku ..Ok ..!", bisikku penuh kasih
sayang. Dewi mencium bibirku sampai lama sekali sebelum akhirnya
kemudian ia jatuh terlelap saking lelahnya. Wajahnya yang cantik
terlihat sedikit pucat, namun tampak rona kepuasan yang tak terhingga
terbayang disitu. Mulutnya yang indah merekah terlihat tersenyum. Senyum
kepuasan.
Cerita Sex Terbaru 2013 "Kekasih Terhebat"
Ditulis oleh Septian, - Rating: 4.5