Cerita Sex - X kali ini akan Memberikan
Cerita Sex ,dan tema cerita sex kali ini adalah
Cerita Dewasa Pemerkosaan Prita
| Cerita Sex Pemerkosaan Prita ,anda tentu tidak asing lagi mendegar
kata cerita sex,karena semua orang yang sudah beristri pasti melakukan
sebuah hubungan intim atau kegiatan sex, langsung saja kita simak cerita
sex kali ini.
Cerita Dewasa Pemerkosaan Prita
Kita semua mengetahui di daerah Papua sekarang sedang terjadi suatu
kegitan yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Untuk itulah maka sebuah stasiun televisi swasta
mengirim seorang presenternya untuk meliput dari dekat kegiatan dari
organisasi Papua Merdeka yang dipimpin oleh seorang Papua yang bernama
Weweko. Untuk itu sebagai reporter ditunjuk Prita yang dikenal bagus
dalam wawancara ditambah telah berpengalaman. Karena ditugaskan oleh
Dewan Redakturnya maka Prita yang saat itu sedang menikmati bulan
madunya yang baru 1 bulan tidak dapat mengelak, sedang suaminya memang
agak keberatan karena Ira harus bertugas di pedalaman Papua selama 1
minggu. Ia khawatir akan keselamatan istrinya yang baru 1 bulan
dinikahinya, namun karena tidak ingin menghambat karir istrinya dengan
terpaksa Dono mengijinkannya.
Setibanya di bandara Timika Papua, Ari dijemput oleh rekan krunya. Dari
bandara mereka langsung menuju hotel dan mempersiapkan peralatan yang
akan mereka bawa. Dari hotel, keesokan harinya rekan Prita dijemput
dengan sebuah mobil dan langsung berangkat ke tempat yang telah mereka
rencanakan. Rombongan tersebut terdiri dari 1 orang kru kantor, dan satu
orang lagi penunjuk jalan ditambah dengan Prita sendiri.
Setibanya di tempat tujuan, kru tersebut harus menyeberangi sungai yang
amat deras dan dalam mempergunakan sebuah perahu. Ketika sampai di
seberang sungai mereka harus berjalan kaki lagi selama 5 jam dari tempat
itu, perjalanan itu melewati hutan pedalaman yang amat besar. Di tempat
yang telah disepakati dengan OPM tersebut mereka menunggu dengan sangat
khawatir sebab mereka telah terlebih dahulu tiba. Kurang lebih 1 jam
menunggu, para OPM tersebut datang dengan pasukannya lengkap. Di dalam
gubuk yang telah disediakan, Prita diperkenalkan dengan Weweko yang
memimpin pasukan pemberontak tersebut, namun mereka terlebih dahulu
digeledah peralatannya tidak terkecuali pakaian Prita mereka geledah.
Ini adalah tahap pertama Prita mengalami pelecehan sexual dengan nakal.
Para tentara OPM menggerayangi pakaian dan anggota tubuhnya dengan
kasar. Hal ini membuat Prita agak sedikit takut dan menyalahkan dirinya
sendiri yang ia akui hanya ia sendiri yang wanita dalam rombonggan itu.
Prita agak bergidik ketakutan jika melihat sorot mata Weweko, sebab saat
bersalaman tadi mata Weweko tidak jauh dari memandang daerah sensitif
tubuhnya, ditambah para pengawal yang sangat sadis kelihatannya.
setelah wawancara dilalukan selama 1 jam, teman-teman Prita disuruh
pulang ke tempat semula dengan mata ditutup tidak terkecuali Prita.
Sambil senjata ditodongkan ke arahnya para teman Prita bergerak keluar
daerah pertemuan. Prita dibawa ke dalam hutan tanpa sepengetahuannya
karena matanya ditutup. Di dalam hutan belantara itu Weweko menggiring
Prita sampai di tendanya yang dikawal ratusan pasukan OPM. Sebagai
pimpinan ia amat berkuasa dan ditakuti anak buahnya. Setibanya di tenda,
Weweko memerintahkan anak buahnya untuk membuka penutup mata Prita.
Dengan kaget bercampur takut Prita bertanya mengenai teman-temannya
namun dengan santai Weweko mengatakan bahwa Prita akan mereka tawan
sebagai sandera, Prita sadar bahwa ia telah masuk ke dalam jebakan
Weweko dengan terpisahnya ia dari temannya.
"Mau diapakan saya!" tanya Prita galak. Prita berteriak keras.
Dengan senyum menakutkan, Weweko berkata, "Sebaiknya nona diam dan
menuruti kemauan saya... sekarang kamu adalah milik saya dan saya
berkuasa atas diri nona. Tidak seorangpun mampu membebaskan nona dari
hutan papua ini."
"Sudah lama saya tidak mencicipi tubuh wanita apalagi secantik nona... Apakah nona mau jadi istri saya?" kata Weweko kemudian.
Cerita Dewasa Pemerkosana Prita Prita bergidik ngeri. Ia tidak bisa
membayangkan kebuasan pria Papua ini dalam bercinta. Jika ia diperkosa
sudah pasti ia tidak dapat melepaskan diri. Ia hanya diam dan memandang
sosok Weweko yang tinggi, hitam, bau dan menjijikan nalurinya. Ia
terbayang bagaimana buasnya Weweko menggagahinya jika itu terjadi. Ia
masih ingat pesan suaminya, namun nasi telah menjadi bubur, ia telah
jatuh ke tangan OPM. Prita hanya diam duduk dalam keremangan malam yang
dingin di dalam tenda yang hanya beralaskan bulu hariamau. Sementara di
luar tenda ia melihat para pengawal Weweko dan Weweko sedang berpesta
pora dengan menikmati daging babi panggang dan meminum arak. Mereka
bernyanyi sepuasnya. Berbeda dengan Prita, di dalam tenda ia hanya diam
dan merasakan dinginnya malam di hutan Papua yang terkenal ganas dan
dingin itu. Sesaat kemudian datanglah Weweko membawa makanan untuk Prita
juga minuman untuk menghangatkan badan, namun Prita hanya memakan
sedikit daging ikan. Ia tidak menyukai daging babi, ia tidak terbiasa
makan babi, namun atas paksaan Weweko ia akhirnya memakannya juga. Ia
juga meminum arak sedikit supaya badannya hangat. Sedang ia dari tadi
merasakan dinginnya hutan Papua sampai ketulangnya dan membuat Prita
menggigil.
Dengan mata berbinar, Weweko mendekati Prita dan berusaha memegang
dagunya, namun dikibaskan oleh Prita. Saat itu, Weweko hanya memakai
Koteka dan muka dicat seperti pakaian tradisional Papua, sedang di
bagian vitalnya yang panjang hanya ditutupi penutup seadanya, seakan ia
akan mengadakan hubungan sexual.
"Jangan marah manis?" Weweko berujar.
"Alangkah asyiknya jika malam yang dingin ini kita berbagi kehangatan dan saling memberi kemesraan." katanya.
"Cis!" Prita meludah.
"Tidak sudi aku bermesraan dengan kamu, biadap!" katanya.
Dengan senyum simpul sambil menjilat ludah yang dibuang Prita tadi,
Weweko berusaha memeluk dan menaklukan Prita. Bau tubuh Weweko membuat
Prita ingin muntah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan.
Di dalam tenda itu hanya ada ia dan Weweko. Dengan paksa Weweko membuka
baju kemeja Prita dengan robekan di dadanya sehingga tersembul dada
montok yang putih tertutup BH. Ini membuat Weweko semakin berusaha untuk
menaklukan Prita. Dengan tangannya Prita memalangkan tangannya pada
dada yang terbuka itu. Payudara yang montok itu tidak bisa ditutupi
seluruhnya. Sambil memegang tangan dan memeluknya, Prita akhirnya
menyerah dalam pelukan Weweko. Tidak ada yang terucap dari bibirnya, ia
hanya diam, pasrah menanti apa yang akan terjadi. Dengan sekali sentak
Prita ditelentangkan di atas bulu alas tenda itu. Kesempatan ini tidak
disia-siakan Weweko ia terus menjelajahi dada dan bibir Prita dengan
buas. Inchi demi inchi tidak luput dari perhatian Weweko ia terus
memburu setiap sudut di tubuh Prita. Saat itu BH Prita telah tanggal
dari tempatnya. Dengan tangannya, Weweko berusaha memilin dan menggigit
ujung dari susu Prita, membuat Prita hanya menutup matanya, ia tidak
sanggup melihat apa yang dikerjakan Weweko atas tubuhnya. Secara naluri
seks, birahinya mulai bangkit ditambah udara malam yang begitu dingin.
Sejurus kemudian, celana jeans Prita dibuka Weweko dan terpampanglah
batang paha mulus yang di tengahnya ditutupi segitiga pengaman berwarna
merah. Langsung saja tangan Weweko menggusur CD Prita itu dan dengan
jari-jarinya yang besar dan kasar, ia masukkan ke dalam lubang
kewanitaan Prita. Sementara itu mulut Weweko tidak beranjak dari dada
Prita. Dengan naluri binatangnya Weweko melebarkan kaki Prita dan
terkuaklah belahan kewanitaan Prita yang ditumbuhi bulu dengan daging
kecil di belahan itu.
Goa itu mulai basah oleh tingkah laku jari tangan Weweko, dan tidak lama
kemudian dengan lidahnya Weweko mejilat daging kecil itu selama 15
menit. Secara tiba-tiba mulut Weweko disemprot oleh air mani Prita dan
tertelan oleh Weweko. Inilah saat bagi pria Papua yang ditunggu-tunggu.
Apabila sampai menelan air mani wanita maka ia akan menambah
keperkasaannya. Dengan merubah posisi, Weweko membuka penutup batang
kemaluannya yang terbuat dari tumbuhan itu maka terlihatlah kelaminnya
yang panjang dan besar tersebut. Ia bersiap-siap untuk memasukkan batang
kemaluannya ke dalam mulut Prita, namun Prita yang sudah orgasme harus
ia ransang dulu dengan memilin payudara dan mengorek-ngorek isi lubang
kemaluannya dulu.
Tidak lama kemudian, Prita telah teransang, barulah Weweko memasukan batang kemaluannya ke dalam lubang kemaluan sempit itu.
"Nona harus mencoba punya saya, jangan coba curang, ya?" kata Weweko dengan kasar.
Prita yang sudah tidak mengerti dengan keadaan dirinya hanya menurut dan
seluruh batang kemaluan Weweko telah masuk kedalam mulutnya dan mencoca
menjilatnya dengan gerakan maju mundur. Tidak kurang dari 14 menit,
barulah Weweko menyemprotkan maninya ke mulut Prita. Prita diharuskan
menelannya karena sesuai kepercayaan Papua, apabila seorang wanita telah
menelan mani prianya, maka wanita itu akan sulit melepaskan diri dari
pria Papua yang menyenggamainya. Beberapa saat setelah Weweko berusaha
kembali merubah arah dan posisi mereka, yang saat itu telah
berhadap-hadapan dengan tubuh penuh keringat, kedua insan dua ras
tersebut berusaha menyudahi perjalanan kenikmatan ragawinya pada tahap
akhir.
Dengan terlebih dahulu Weweko memegang kendali, Weweko memancing birahi
Prita. Prita teransang dan penetrasi tahap akhir akan dilakukan. Dengan
menelentangkan tubuh Prita di atas bulu itu, kedua paha Prita ia buka
dan di pinggulnya Weweko meletakan buntalannya sehingga terlihat isi
kemaluan Prita. Kedua kaki Prita diangkat ke bahu Weweko yang bidang.
Saat itu batang kemaluan Weweko tegak menghadap ke lubang kemaluan Prita
yang dengan supernya ingin mengaduk-aduk isi lubang kemaluan Prita.
Beberapa saat kemudian, dengan sedikit paksa, batang kemaluan Weweko
masuk sebagian ke dalam lubang kemaluan itu. Beberapa saat kemudian, ia
tembakkan langsung dengan ganas, memaju-mundurkan batang kemaluannya di
dalam lubang kemaluan itu. Prita sempat kesakitan dan air matanya
keluar, namun mulutnya telah ditutupi oleh bibir Weweko.
Sementara itu tangan Weweko memegang pantat Prita supaya selama ia
bergerak tidak terlepas. Ia khawatir Prita akan mengeluarkan batang
kemaluannya dari lubang kemaluannya saat Prita kesakitan. Prita hanya
dapat memegang tangan dan bahu Weweko hingga berdarah tercakar sebab
Prita amat kesakitan akibat gerakan dan gesekan batang kemaluan Weweko
mengaduk-aduk lubang kemaluannya. Akhirnya Prita pingsan beberapa saat
dan pada saat ia mulai sadar kembali, Weweko melakukan aktifitasnya yang
tertunda tadi, kurang lebih 20 menit, ia menggenjot batang kemaluannya
keluar masuk lubang kemaluan sempit itu.
Akhirnya ia melepaskan air maninya di dalam lubang kemaluan Prita
sebanyak-banyaknya. Ia tidak memperdulikan kesakitan bagi Prita. Yang
ada pada dirinya adalah agar kepuasanya terpenuhi karena ia sudah
berbulan bulan tidak merasakan tubuh wanita.
Sampai pada pagi harinya, Weweko terus berusaha memuaskan nafsunya
kepada tubuh Prita yang tidak berdaya itu beberapa kali. Sampai pada
akhirnya, pada saat pelariannya, Weweko selalu mengikut-sertakan Prita
di dalam hutan Papua itu, ia menganggap Prita adalah istrinya dan Prita
harus mau mengikuti kemauannya baik itu dalam hubungan seksual maupun
dalam masalah pelariannya.
Demikian
Cerita Dewasa Pemerkosana Prita ,Semoga anda dapat terhibur atas posting kami kali ini.