Trend Foto - kali ini akan menyajikan "
Cerita Sex Terbaru Gadis Cantik Yang Haus Sex"
didalam cerita ini menceritakan Tentang
Gadis Cantik yang sangat haus sex. langsung saja kita simak cerita sex terbaru berikut..
Nama saya Eva M, 22 tahun, saya seorang mahasiswi yang sedang kuliah di
Coventry, saya mengambil jurusan ilmu sosial. Masih ingat, kan? Dan
sekarang saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya, jadi saya
tidak lagi menceritakan tentang hasil riset saya bersama 2 teman saya.
Hehehee.. Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu tepatnya 2009-10-06 pada saat saya sedang sangat horny dengan pelukan dari seorang
pria. Entah mengapa, sejak SMP saya mempunyai libido yang sangat
besar, saya tidak pernah puas dengan seks yang telah saya lakukan. Saya
sering melakukan hubungan seks dengan pacar saya, William. Saya
melakukan setiap kami bertemu, tetapi sekarang rasanya tidak mungkin
untuk memuaskan nafsu seks saya andai saya hanya terpaku pada dia sebab
dia sekarang berada di Hawai, sedangkan saya ada di Inggris.
Beberapa kali saya memuaskan nafsu birahi saya sendiri dengan vibrator
yang saya miliki selama ini. Untuk pembaca ketahui, saya telah
mempunyai vibrator 2 buah dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Sengaja
saya tulis ini dalam bahasa Indonesia, sebab saya sungguh tidak ingin
berkesan sombong apabila saya menulis ini dalam bahasa Inggris, dan
maafkan saya apabila cerita saya ini tidak seperti cerita yang ada di
dalam situs ini selama ini, saya akui jujur bahwa saya tidak pandai
untuk menggambarkan apa yang saya rasakan dalam berhubungan seks
demikian pula pada lawan jenis saya. Maafkan pula bahwa saya tidak dapat
menggambarkan seberapa besar atau panjang kemaluan lawan jenis saya.
Begini ceritanya, beberapa hari yang lalu, saat saya sedang sangat
horny untuk melakukan hubungan seks, saya mencoba untuk melakukannya
dengan vibrator yang telah saya miliki, namun pada saat saya sedang
melakukan itu, saya merasa bosan dengan apa yang sedang saya lakukan
pada saat itu, sehingga saya putuskan untuk menghentikannya. Sejenak
saya berpikir, apa yang harus saya lakukan. Entah berapa lama saya
berpikir, tiba-tiba muncul ide untuk menelpon Raymond (teman setanah
air), dan saya mengatakan pada dia bahwa saya sedang horny.
Pembaca, saya berani mengatakan ini pada Raymond sebab selain penisnya
cukup besar dan dia pun cukup hebat dalam berhubungan seks, saya dan
dia sepakat bahwa kami saling mengisi layaknya suami istri, kesepakatan
ini kami sepakati sejak hubungan seks kami yang pertama kali, entah
kapan saya tidak ingat dengan pasti. Saya dan Raymond telah beberapa
kali melakukan hubungan seks. Kami tidak memiliki komitmen apapun,
maksudnya, Raymond tetap hidup bebas dan saya pun tetap hidup bebas,
kami tidak berkomitmen bahwa kami berstatus pacaran.
Singkat cerita, akhirnya Raymond datang ke flat saya, waktu itu pukul
17:45 menit, ia lebih cepat 15 menit dari janjinya sendiri. Pada saat
dia datang, dia masuk begitu saja seperti yang biasa dia lakukan. Dia
langsung duduk di sofa dsn menonton TV yang sudah saya nyalakan
sebelumnya. Setelah menutup pintu dan mengambil dua red wine glasses
serta satu botol red wine Aussie (Souvinon ’97) yang isinya kurang lebih
setengah, saya duduk di samping Raymond.
Raymond begitu dingin, tidak seperti biasanya, kami sempat saling
berdiam dengan seribu bahasa, hingga akhirnya dia mulai membuka
pembicaraan dan mengatakan pada saya bahwa sesungguhnya dia sedang malas
untuk melakukan hubungan seks. Saya katakan sekali lagi sama dia bahwa
saya sedang horny dan saya benar-benar ingin berhubungan seks sambil
merangkulnya dan mengesun pipi kirinya.
“Mond, sorry ya kalo kamu sedang ngga horny tetapi aku sekarang bener-bener lagi pengeenn.. dech” kata saya pada dia.
“Tolong ya, pleasee..” lanjut saya.
Tanpa dikomando olehnya, saya beranjak dari tempat duduk, lalu
menyalakan video VHS saya untuk menayangkan blue film. Entah berapa
lama, dia tetap pada sikapnya, dia bersikap begitu dingin, dia hanya
mengubah tempat duduknya dan sesekali menuang red wine, lalu menuangnya
pada gelasnya dan meminumnya beberapa teguk. Hingga pada akhirnya,
nafsu seks saya sendiri semakin menggebu-gebu dengan ditambahnya
visualisasi yang ditampilkan pada TV saya sendiri. Saya memperhatikan
Raymond, saya lihat wajahnya, saya lihat sorot matanya, dan saya pun
melihat kemaluannya yang masih terbungkus dengan blue jeans. Tampaknya
dia mulai terangsang dengan apa yang sedang dia lihat, terlihat dari
penisnya yang mulai mengeras dan rasanya mau keluar dari celana
jeansnya itu.
Semakin dahsyatnya nafsu saya hingga akhirnya saya pun memulai untuk
melakukan hubungan seks dengannya. Pertama-tama saya sun dengan lembut
pipi kirinya dan saya raba penisnya, saya elus, dan sesekali sedikit
saya remas. Saya tidak lama melakukan hal itu, sebab Raymond membalasnya
dengan membuka celana jeansnya, lalu membuka resletingnya. Saya tahu
apa yang dia inginkan. Saya pun membantunya untuk membukakan jeans itu
sebab Raymond agak sulit dengan posisinya sambil duduk, saya bantu
menurunkan celana jeans serta celana dalamnya yang berwarna coklat.
Setelah dia menanggalkan celananya, saya langsung berjongkok di depannya
lalu saya pun langsung menggenggam penisnya dan langsung saya jilat,
kulum serta kocok dengan lembut. Sungguh saya sudah tidak bisa menahan
gejolak yang ada di dalam diri saya, saya benar-benar menikmati apa yang
sedang saya lakukan, saya benar-benar bisa ikut merasakan seperti yang
sedang dirasakan oleh Raymond. Saya kulum penisnya, sesekali saya
jilat pada ujungnya sedangkan tangan kanan saya, menaik-turunkan kulit
penisnya dengan lembut, saya pun sesekali memasukkan salah satu jari
saya pada lubang duburnya. Sambil saya kulum, sesekali saya lihat
wajahnya, dia tampak menikmati kuluman serta hisapan saya. Dia
memejamkan mata dan sesekali mendesah pelan.
Dia sesekali memegang kepala saya sambil mendesah kenikmatan. Dia
sesekali melihat apa yang sedang saya lakukan sambil berusaha menjamah
payudara saya yang masih terbungkus dengan pakaian saya dan bra di
dalamnya. Dia pun tampak sesekali bergetar. Sungguh saya tidak peduli
dengan apa yang dia lakukan, saya senang dengan reaksinya atas apa yang
saya lakukan terhadap dia. Beberapa kali saya merasakan rasa asin dari
beberapa hisapan saya, hingga akhirnya penis yang sedang saya kulum itu
sangat keras dan berada pada posisi puncaknya. Saya tersenyum melihat
apa yang saya lihat, sebab metode yang baru dan sedang saya lakukan
membuahkan hasil.
Entah berapa lama saya mengulum penisnya, dan akhirnya saya pun
menyudahinya. Saya berdiri dan melepaskan semua pakaian yang ada di
tubuh saya, Raymond pun membuka kemejanya yang bercorak kotak-kotak,
lalu duduk kembali pada posisinya semula. Tampak payudara saya dan kulit
saya yang putih serta bulu yang tumbuh halus di daerah atas kemaluan
saya. Untuk pembaca ketahui, saya memiliki ukuran 34B-28-38 dengan
postur tinggi 169-170 cm. Setelah saya melepas semua pakaian saya, saya
lalu berdiri di atas sofa, saya arahkan kemaluan saya pada wajah
Raymond. Rasanya Roymond tahu apa yang saya inginkan, dia pun langsung
memegang kemaluan saya dengan tangan kirinya, lalu saya angkat kaki kiri
saya hingga akhirnya kemaluan saya tepat berada di depan wajah
Raymond. Dia hisap, dia jilat dan dia mainkan klitoris saya, juga
dimasukkannya salah satu jarinya pada vagina saya. Saya begitu
menikmati permainan Raymond dengan sesekali mendesah. Sungguh hebat
permainan tangan dan lidahnya pada kemaluan saya hingga saya pun
mengoyang-goyangkan kecil pinggul saya ke kiri dan ke kanan .
Saya pun tidak tahu persis berapa lama saya melakukan hal ini, hingga
akhirnya saya mengangkat tubuh saya hingga menjauhkan kemaluan saya
pada wajah Raymond. Saya pun menarik Raymond untuk berdiri, dan saya
turun dari sofa yang barusan saya naiki. Sambil berpaling, membelakangi
Raymond, saya menarik tangannya menuju salah satu sudut flat saya yang
ada jendelanya dan telah saya buka sedikit jendela tersebut. Setelah
membelakangi tubuh Raymond sehingga saya menghadap keluar, namun saya
tetap memegang penisnya, saya arahkan penis itu pada vagina saya, sedang
tangan kanan saya memegang salah satu bagian dari jendela.
Ooh.. rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata pada saat senjata itu
masuk dalam liang surga saya, saya begitu bergejolak, nafsu seks saya
semakin memburu, nafas dan detak jantung saya sudah tidak beraturan.
Saya maju mundurkan pantat saya dengan sesekali menggoyangkan ke kiri
atau ke kanan atau memutar-mutar kecil pinggul saya, demikian pula yang
dilakukan oleh Raymond, dia maju mundurkan kemaluannya sehingga
terdengar suara dari gesekan antara pantat saya dengan daerah perutnya
Sungguh, sekali lagi saya katakan bahwa saya benar-benar menikmati apa
yang sedang saya lakukan, saya benar-benar menikmati hubungan seks yang
sedang terjadi pada saya saat itu.
Beberapa kali saya dan Raymond mendesah karena tidak dapat menahan rasa
nikmat yang kami rasakan dari hubungan seks ini. Sesekali Raymond
berusaha untuk meremas payudara saya yang menggantung ke bawah dan
memilin dengan lembut puting saya, dia pun sesekali memasukkan salah
satu jarinya pada lubang anus saya. Ngilu rasanya pada saat ia melakukan
ini, tetapi rasa ngilu itu tetap tidak dapat menghilangkan rasa nikmat
yang saya rasakan dari vagina saya. Perasaan nikmat yang menjalar pada
seluruh tubuh saya makin lama makin memuncak. Saya menikmati setiap
dorongan senjata Raymond pada lubang surga saya, saya pun menikmati
setiap tarikan seolah ingin mengeluarkan kejantanan itu dari milik saya.
Rasa nikmat saya akhirnya mencapai puncak, dan saya sudah tidak dapat
menahan semua itu hingga saya katakan pada Raymond bahwa saya ingin
orgasme.
Ketika saya mengatakan bahwa saya orgasme, Raymond pun menarik tubuh
saya sehingga wajah kami begitu dekat, lalu dia mencium bibir bagian
luar saya. Saya pun menekan dalam-dalam vagina saya hingga menelan semua
batang kejantanannya. Sungguh rasa nikmat yang tidak dapat diungkapkan
dengan kata-kata apa yang sedang saya alami saat itu. Semua syaraf
yang ada di tubuh saya beberapa detik lamanya menegang bersamaan dengan
lendir yang menyembur dari klitoris saya. Beberapa detik saya diam
berdiri pada posisi saya hingga akhirnya saya kembali pada posisi saya
semula memegang salah satu sudut jendela sedangkan Raymond melanjutkan
untuk memompa penisnya di dalam lubang nikmat saya.
Pada saat-saat pertama setelah saya orgasme, saya merasa lemas namun
saya tetap melakukan hubungan seks, dia tetap mengeluar-masukkan
penisnya dalam vagina saya. Saya merasa hampa dan lemas. Pada saat
itulah saya hanya berdiam diri dan merasakan dorongan-dorongan yang
dilakukan oleh Raymond, saya tidak lagi memutar-mutar pinggul saya
ataupun ikut memaju-mundurkan pantat saya.
Akhirnya saya pun memegang batang kejantanan Raymond, lalu
melepaskannya dari dalam vagina saya, saya ingin mengulum dan menghisap
penisnya agar saya dapat membangkitkan nafsu seks saya lagi. Saya pun
berbalik badan, lalu saya berjongkok hingga akhirnya penisnya itu tepat
di depan wajah saya. Saya kulum penis itu, saya hisap dan saya jilat
juga pada daerah ujung penis Raymond, masih terasa lendir saya pada
penis Raymond, namun saya tidak peduli, saya tetap hisap, kulum dan
kocok penis itu.
Mungkin terlalu bernafsunya saya untuk membangkitkan nafsu seks kembali
lagi, hingga akhirnya tanpa terasa sudah berapa lama saya melakukan
itu. Roymond mengatakan bahwa dia ingin klimaks. Mendengar itu, saya
langsung berdiri dan menyuruhnya untuk tiduran di karpet, sedangkan
saya akan berada di atasnya. Saya pegang penisnya lalu memasukkan ke
dalam liang nikmat saya dengan posisi saya tetap membelakangi Raymond,
saya menaik-turunkan badan saya. Mula-mula pelan-pelan namun makin lama
makin cepat hingga payudara saya yang agak besar ini bergoyang-goyang
secepat seperti yang saya lakukan. Semakin cepat saya menaik-turunkan
tubuh saya hingga makin cepat pula gerakan penis itu keluar masuk dalam
vagina saya dan akhirnya Raymond mengatakan lagi pada saya bahwa dia
ingin keluar.
Pertama-tama saya tidak terlalu peduli hingga akhirnya Raymond
mengatakannya dengan agak teriak bahwa dia sudah tidak tahan lagi.
Cepat-cepat saya ambil posisi untuk dapat mengulum penis Raymond, memang
benar, dalam hitungan detik setelah beberapa kali saya sempat
mengulumnya, Raymond menyemburkan beberapa kali spermanya hingga
beberapa diantaranya mengenai pipi dan sekitar bibir saya. Saya tetap
mengulumnya, saya telan semua sperma Raymond hingga bersih dan saya
jilat beberapa kali pula lubang yang ada di ujung penisnya. Beberapa
kali tubuh Raymond bergetar atas perlakuan saya.
Dan kami pun akhirnya membasuh tubuh kami di dalam kamar mandi. Saya
sempat membilas beberapa kali tubuh saya dengan air. Keluar dari kamar
mandi, kami pun berpakaian kembali. Kami duduk di sofa semula dan
menikmati red wine yang ada di gelas kami masing-masing. Saya memeluk
manja Raymond, kalau saya perhatikan, dia adalah pria yang tidak bisa
dinilai jelek, baik itu wajahnya juga bentuk tubuhnya. Mungkin banyak
cewek yang tergila-gila sama dia andai dia tinggal di Indonesia.
Cerita Sex Terbaru Gadis Cantik Yang Haus Sex