Cerita Sex - X - hai guys , jumpa lagi dengan blog saya.seperti biasa blog saya akan memuaskan keinginan pengunjung setia saya. dimana pengunjung dewasa banyak mencari situs sex yang nyaman. disini blog kami akan menyajikan "Cerita Sex Terbaru 2013 Ngentot Dengan Mahasiswi Kedokteran Di UKS" semoga teman-teman senang dan puas dengan postingan saya yang ini. yuk lang saja baca cerita sex terbaru 2013 berkut :
Namaku Wawan. Umurku 23 tahun, dan sekarang sedang kuliah di
tingkat terakhir di sebuah PTS di Jakarta. Asalku dari Sukabumi, dimana
aku menghabiskan masa anak-anak dan remajaku, sampai kemudian aku pindah
ke Jakarta empat tahun yang lalu.
Ekonomi keluargaku termasuk
pas-pasan. Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di
Sukabumi. Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di
sana. Aku tinggal di tempat kos di daerah Jakarta Barat. Karena uang
kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak
ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru
privat anak-anak SMA. Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan
encer.
Akupun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian
aku hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. Aku pikir tidak
mengapa, asal aku bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain
sebagainya, sehingga aku bisa lulus dan membanggakan kedua orang tuaku.
Terkadang aku iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem,
berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll.
Salah satu
dari teman kuliahku bernama Monika. Dia seorang gadis cantik dan kaya.
Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Percaya
atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang aku heran, kok dia bisa tertarik
padaku. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya. Ketika
kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku
orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan
wajahku yang katanya “cute”, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar,
dan berisi. Nggak percuma juga aku sering latihan karate, renang, bola,
dan voli waktu di Sukabumi dulu.
Monika dan aku telah berpacaran
semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial,
dia tidak tampak malu berpacaran denganku. Akupun sedikit minder bila
menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di
Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan
untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi aku
memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Monika
pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak. Kemana-mana
aku selalu menggunakan motor bersama Monika.
Monikapun tidak
berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku. Saat makan atau nonton,
aku selalu menolak bila dia akan mentraktirku. Aku bilang padanya
sebagai laki-laki aku yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami
akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang
murah. Itupun aku lakukan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami
sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku.
Monika
adalah gadis baik-baik. Aku sangat mencintainya. Sehingga dalam
berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh. Kami hanya
berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila
kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang
tersebut. Monika pernah bilang padaku, kalau ia ingin mempertahankan
keperawanannya sampai ia menikah nanti. Terlebih akupun waktu itu masih
perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend
pergaulan anak muda Jakarta sekarang.
Keadaanku mulai berubah
semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu aku ditawari sebuah peluang
untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. Aku tertarik mendengar cerita
suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku
berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba.
Hasilnya ternyata luar
biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping
strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu.
Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin
setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah.
Bekerjanyapun
dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung aku menemukan
program ini.Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah
lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian
bagus, sudah dapat aku beli. Semakin sering aku mengajak Monika untuk
makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21. Monika
sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berusaha yang
ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah aku jelaskan apa
bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya aku bersyukur pada
Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku.
Hanya satu saja yang
masih kurang. Aku belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil
usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk
membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang
mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik. Aku tertarik dan langsung
kutelpon si penjualnya.
“Ya betul… mobil saya memang dijual”.
Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.“Harganya berapa
Bu?”“Empat puluh delapan juta”“Kok mahal sih Bu?”“Kondisinya bagus lho..
Semuanya full orisinil”Dengan cepat kukalkulasi danaku. Wah.. Untung
masih cukup, walaupun aku harus menjual motorku dulu. Tetapi akupun
berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar. Kuputuskan untuk
melihat mobilnya terlebih dahulu.“Alamatnya dimana Bu?”Diapun kemudian
memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini
sehabis kuliah.*****Setelah mencari beberapa lama, sampai juga aku di
alamat yang dimaksud.“Selamat sore” sapaku ketika seorang wanita cantik
membuka pintu.“Oh sore..” jawabnya.Aku tertegun melihat kecantikan si
ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih,
dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju “you
can see” menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan
kecantikannya, aku bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally
Margaretha, bintang film itu.“Saya Wawan yang tadi siang telepon ingin
melihat mobil ibu”“Oh.. Ya silakan masuk.”Akupun masuk ke dalam
rumahnya.“Tunggu sebentar ya Wan. Mobilnya masih dipakai sebentar
menjemput anakku les. Mau minum apa?”“Ah.. Nggak usah ngerepotin.. Apa
saja deh Bu”Akupun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang
dengan membawa segelas air sirup.“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya
setelah duduk bersamaku di ruang tamu“Iya Bu.. Hampir selesai sih ““Ayo
diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu
berkata lagi.Kuteguk sirup pemberian si ibu. Enak sekali rasanya
menghilangkan dahagaku.“Oh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu.
Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku.“Wah.. Hebat kamu kalau gitu.
Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”“Yah usaha
kecil-kecilan lah” jawabku seadanya.“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa
dijual Bu?”“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu
tua. Panggil saja tante Sonya.” jawabnya sambil sedikit tertawa
genit.“Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih
baru”“Oh begitu..” jawabku.Kemudian tante Sonya tampak melihatku dengan
pandangan yang agak lain. Agak rikuh aku dibuatnya. Terlebih tante Sonya
duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit
terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.“Anaknya berapa tante.
Terus suami tante kerja dimana?” tanyaku untuk menghilangkan
kerikuhanku.“Anakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia
meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya.“Waduh.. Maaf ya tante”“Nggak
apa kok Wan.. Kamu sendiri sudah punya pacar?”“Sudah, tante”“Cantik
ya?”“Cantik dong tante..” jawabku lagi.Duh, aku makin rikuh dibuatnya.
Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Tante Sonya kemudian beranjak
duduk di sebelahku.“Cantik mana sama tante..” katanya sambil tangannya
meremas tanganku.“Anu.. Aduh.. Sama-sama, tante juga cantik” jawabku
sedikit tergagap.“Kamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?”.Sambil
berkata, tangan tante Sonya mulai berpindah dari tanganku ke
pahaku.“Belum.. Tante.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan
dulu” jawabku sambil menepis tangan tante Sonya yang sedang
meremas-remas pahaku.Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai
terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk
tidak mengkhianati Monika pacarku. Mendengar kalau aku masih perjaka,
tampak tante Sonya tersenyum.“Mau tante ajarin caranya bikin senang
wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian
secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.“Aduh.. Tante..
Saya sudah punya pacar.. Nggak usah deh..”“Mobilnya kapan datang sih?”
lanjutku lagi.“Sebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi?
“Tanpa menunggu jawabanku, tante Sonya pergi ke belakang sambil membawa
gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu
tante Sonya. Beberapa menit kemudian, tante Sonya kembali membawa
minumanku.“Ayo diminum lagi” kata tante Sonya sambil memberikan gelas
berisi sirup padaku.Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang
tadi. Tante Sonya kemudian kembali duduk di sebelahku.“Ya sudah.. Kamu
memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu
mobilnya datang, OK?”“Iya tante..” jawabku lega.“Kamu ngambil jurusan
apa?”“Ekonomi, tante”“Kenal pacarmu di sana juga?”Waduh.. Aku berpikir
kok si tante kembali nanyanya yang kayak begituan.“Iya dia teman
kuliah”“Ceritain dong gimana ketemuannya”Yah daripada diminta yang
nggak-nggak, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan
Monika. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara
favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami
kunjungi.Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku
terangsang hebat. Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di
dahiku.“Kenapa Wan.. Kamu sakit ya” tanya tante Sonya tersenyum sambil
kembali meremas tanganku.Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan
kembali diusap dan diremasnya perlahan.“Anu tante rasanya kok agak aneh
ya?” jawabku.“Tapi enak kan?”Tante Sonyapun kemudian mendekatkan
wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut.
Tak kuasa lagi aku menolak tante Sonya. Nafsuku telah sampai di
ubun-ubun.“Saya tadi dikasih apa tante” tanyaku lirih.“Ah.. Cuma sedikit
obat kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya
mulai membuka retsleting celanaku.“Ayo, tante ingin merasakan penismu
yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku.Tante
Sonyapun kemudian membuka celanaku beserta celana dalamnya
sekaligus.“Hmm.. Besar juga ya punyamu. Tante suka tongkol besar anak
muda begini”.Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian tante
Sonya merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan
lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan
gairah berahi.“Ah.. Tante..” desahku menahan nikmat, ketika mulut tante
Sonya mulai menghisap dan menjilati penisku.Tangan tante Sonyapun tak
tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah
zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali tante
Sonya bangkit dan menciumiku.“Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk
sayang..” bisiknya.Akupun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah
menguasai diriku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur tante Sonya di
bagian belakang rumah. Sesampainya aku di kamar, tante Sonya kembali
menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya
yang membusung.“Ayo sayang.. Kamu remas ya”Kuikuti instruksi tante
Sonya dan kuremas payudara miliknya. Tante Sonyapun terdengar mengerang
nikmat.“Sayang… tolong bukain baju tante ya”.Tante Sonya membalikkan
badan dan akupun membuka retsleting baju “you can see”nya. Setelah
terbuka, tante Sonya kembali berbalik menghadapku.“BHnya sekalian donk
sayang..” ujarnya.Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku
mencari-cari pengait BH di punggungnya.“Aduh.. Kamu lugu amat ya..
Tante suka..” katanya disela-sela ciuman kami.“Pengaitnya di depan,
sayang..”Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus
payudara tante Sonya yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga payudara
kenyal itupun seolah meloncat keluar.“Bagus khan sayang.. Ayo kamu
hisap ya..”Tangan tante Sonya merengkuh kepalaku dan didorong ke arah
dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan
menyorongkannya ke arah wajahku.“Ah.. Enak.. Anak pintar.. Sshh” desah
tante Sonya ketika aku mulai menghisap payudaranya.“Jilati putingnya
yang..” instruksi tante Sonya lebih lanjut. Dengan menurut, akupun
menjilati puting payudara tante Sonya yang telah mengeras.Kemudian aku
kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas aku
hisapi payudaranya, tante Sonya kemudian mengangkat kepalaku dan kembali
menciumiku.“Sekarang kamu buka rok tante ya”Tante Sonya merengkuh
tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya,
lalu kubuka retsleting rok mininya. Aku terbelalak melihat Tante Sonya
ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali
pemandangan saat itu. Tubuh tante Sonya yang padat dengan payudara yang
membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih
dikenakannya.Kembali tante Sonya mencium bibirku. Lantas ditekannya
bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan tante Sonya lalu
menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan
tercukur rapi nampak jelas di depanku.“Cium di sini yuk sayang..”
perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan.“Oh..my god.. Sshh” erang
tante Sonya ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.Kujilati juga
vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir
vaginanya.“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.Tante Sonya lantas
melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan
kenikmatan padanya.“Jilat di sini sayang..” instruksi tante Sonya sambil
tangannya mengusap klitorisnya.Kujilati klitoris tante Sonya. Desahan
tante Sonya semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil
tangannya mendekap erat kepalaku. Beberapa saat kemudian, tubuh tante
Sonyapun mengejang.“Yes.. Ah.. Yes..” jeritnya.Liang vaginanya tampak
semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan vaginanya
sambil sesekali kuciumi paha mulus tante Sonya. Tak percuma ilmu yang
kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi video
porno.“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas
panjang.Akupun kemudian melucuti semua pakaianku. Tante Sonya lalu
membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami
merebahkan diri di ranjang.“Ciumi susu tante lagi dong yang..”Aku dengan
gemas mengabulkan permintaannya. Payudara tante Sonya yang membusung
kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi
gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara
tante Sonya, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Akupun mengerti
apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan
klitorisnya.Tante Sonya kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit
kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya
bibirku dengan ganas. Selanjutnya, tante Sonya menindih tubuh atletisku.
Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut
sixpackku pun tak lupa diciuminya.Sesampainya di penisku, dengan gemas
dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala tante Sonyapun
sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.“Sekarang tante
pengin ambil perjakamu ya..”Sambil berkata begitu, tante Sonya menaiki
tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa
menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina
tante Sonya.“Uh.. Nikmat sekali.. Tante suka tongkolmu.. Enak..” desah
tante Sonya sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas
tubuhku.“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut tante
Sonya. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.“Tante suka..
Ahh.. Ngent*tin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”Tante Sonya
terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik
tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang
berirama. Akupun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan tante
Sonya semakin menjadi-jadi.“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. ent*tin tante..
Ah.. Anak pintar.. Ahh..”Tak lama tubuh tante Sonyapun kembali
mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, tante Sonya mengalami orgasme
yang kedua kalinya. Tubuh tante Sonya kemudian rubuh di atasku. Karena
aku belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran.
Kubalikkan tubuh tante Sonya, dan kugenjot penisku dalam liang
kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku
yang menggema dalam kamar tidur itu.“Oh.. Enak tante.. Yes.. Yes..”
erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan
guncangan.“Wawan mau keluar tante..” kataku ketika aku merasakan air
mani sudah sampai ke ujung penisku.“Keluarin di mulut tante,
sayang..”Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah
tante Sonya. Tangan tante Sonya langsung meraih penisku, untuk kemudian
dimasukkan ke dalam mulutnya.“Ahh.. Tante..” jeritku ketika aku
menyemburkan air maniku dalam mulut tante Sonya.Tante Sonya lantas
mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan
wajahnya yang cantik.*****Setelah membersihkan diri, kamipun kembali
duduk di ruang tamu.“Enak Wan?” tanyanya sambil tersenyum genit.“Enak
tante… memang tante sering ya beginian”“Nggak kok.. Kalau pas ada anak
muda yang tante suka saja..”“Oh.. Tante sukanya anak muda ya..”“Iya
Wan.. Disamping staminanya masih kuat.. Tante juga merasa jadi lebih
awet muda.” jawab tante Sonya genit.Tak lama mobil yang dinantipun
datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil tante Sonya itu. Disamping
kondisinya masih bagus, tante Sonya memberikan korting delapan juta
rupiah.“Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil
tersenyum saat memberikan potongan harga itu.Kejadian ini berlangsung
sebulan yang lalu. Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan tante
Sonya. Sebenarnya aku diliputi perasaan berdosa kepada Monika pacarku.
Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, aku jadi ketagihan bermain seks.
Aku tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam
berpacaran. Tetapi untuk menyalurkan hasratku, aku terus berhubungan
dengan tante Sonya.Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik,
sehingga aku sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Monika untuk
menutupi rasa bersalahku.
Cerita Sex Terbaru 2013 Ngentot Dengan Mahasiswi Kedokteran Di UKS