
Cerita Sex- X - Kali ini akan membagikan sebuah cerita yang bakal bikin agan agan sekalian pada langsung crot lahh :D... jadi saran saya sedia'in tisu dulu yah wkwkwkw :p
Sedikit cerita singkat tentang latar belakang tetanggaku, Ananda. Dia
berumur 28 tahun, tinggi, berambut hitam panjang dengan penampilan yang
menarik dan kebetulan sama sepertiku, belum mempunyai anak. Waktu
pertama kali kenal dengannya, Ananda cenderung tertutup dan pendiam. Tak
heran kalau aku sebelumnya tak tahu kalau dia sebenarnya adalah
tetanggaku sendiri, soalnya dia bisa dikatakan tak pernah keluar rumah
kalau tidak ada urusan penting. Aku mengenalnya saat ada acara di kantor
suamiku yang melibatkan para istri dan suami karyawannya. Kedua suami
kami sama-sama bekerja di perusahaan swasta tetapi pada bagian yang
berlainan.
.....
Dari perkenalan pertama itulah kemudian kami
semakin bertambah akrab, aku jadi tahu kebiasaan kebiasaannya, apa yang
dia suka dan dibencinya. Dan dari situlah aku paham kalau dia mempunyai
rasa ketertarikan yang tinggi saat aku berbicara soal sex, meskipun
wajahnya sering jadi bersemu kemerahan karenanya.
.....
Percakapan kami sore ini, yang telah dipengaruhi oleh beberapa gelas
anggur, mengarah pada hal sex atau pada deskripsi yang lebih sempit,
kekurangan dalam kehidupan sexnya. Meskipun dia sangat-sangat naif,
dalam hal ini sangat mengejutkan, ternyata Ananda lebih tertarik
daripada apa yang kuduga sebelumnya. Selalu bertanya dengan rasa ingin
tahu yang sangat besar tentang bagaimana rasanya menjalani apa yang
disebutnya dengan istilah 'orgy'.
.....
Telah dia ceritakan
padaku seluruh kehidupan sexualnya, meliputi masa sekolah hingga
bersuami (yang tak lebih dari hanya sekitar ciuman saja). Sex yang
normal saja, mungkin hanya sekali dalam seminggu dengan menu utama tak
lebih dari persetubuhan yang biasa saja. Aku sangat yakin bahwa dia
belum pernah mengalami orgasme pada kehidupan sex-nya. Setelah dia
menceritakan padaku tentang itu semua, aku memutuskan untuk mengajaknya
bergabung dalam petualangan sex-ku.
.....
Dengan wajah yang merona merah karena malu, dia memintaku untuk menceritakan semuanya dari awal.
.....
"Setelah suamiku berangkat kerja", aku mengawalinya, "Ada teman yang
'berkunjung' ke rumah dan bertanya padaku apakah bisa tinggal sejenak
untuk sekedar.. Yah, kamu pasti sudah bisa menduga apa yang terjadi
kemudian kan?"."Dia datang saat suamimu tak di rumah?" tanyanya.
.....
Dia kelihatan sangat terkejut dan itu membuatku ingin tertawa saja.
Kemudian kukatakan padanya, setelah beberapa jam kemudian teman suamiku
itu menelpon dua temannya untuk diajak bergabung.
.....
"Kamu bersetubuh dengan tiga orang sekaligus pada waktu yang bersamaan?!"
.....
Kata persetubuhan yang keluar dari mulutnya benar benar mengejutkanku.
Aku tertawa dan bilang padanya itu semua tak pernah direncanakan
sebelumnya, itu terjadi begitu saja. Mungkin saja karena kami sudah
telalu bergairah dan aku sendiri memenuhi pikiran mereka dengan hal-hal
yang membuat mereka terangsang. Aku menceritakan pada Ananda secara
detail tentang orgasme yang kudapat, dan tentang betapa menggairahkannya
tubuh tubuh mereka, khususnya tentang Rai.
.....
"Dalam tiga puluh lima tahun kehidupanku, belum pernah aku menjumpai penis seperti punya Rai." kataku.
.....
Wajahnya makin memerah, nafasnya berubah jadi berat sewaktu kuceritakan dengan rinci tentang pengalamanku.
.....
"Rai benar-benar sangat menggairahkan, sosok pejantan perkasa yang akan
selalu memberimu kepuasan abadi" kataku padanya."Penisnya adalah yang
terbesar dan terkeras yang pernah kulihat. Kepala penisnya sangat besar
dan mampu menyemprotkan sperma dengan kuat dan indah".
.....
Ananda tak mampu mengucapkan sepatah kata. Aku lihat situasi ini
menyiksanya dengan kenikmatan, aku tahu ini tabu. Mengetahui dia tak
pernah benar-benar terpuaskan, aku bersumpah kalau dia telah orgasme
tanpa menyentuh dirinya sendiri.
.....
"Demi Tuhan, itu sangat..
Sangat nakal" dia mengambil nafas."Aku tak akan pernah bisa melakukan
hal itu pada Aryo". Katanya menjelaskan.Aku tertawa seraya bilang
padanya, "Tidak untuk Aryo, kamu perlu memperhatikan dirimu sendiri".
Pengaruh situasi membuatku lebih mudah untuk mengatakannya."Kamu tahu
Nanda, aku sudah jadi sangat basah hanya dengan menceritakan semua ini
padamu". Aku menggodanya.
.....
Dari mulutnya terdengar lenguhan
lirih, kedua kakinya bergerak maju mundur dengan pelan di atas
kursinya. Setelah beberapa pertanyaan lagi, aku katakan padanya kalau
aku harus segera pulang dan membiarkannya mempertimbangkan usulanku. Aku
mempunyai dua hal yang harus kukerjakan, pertama melepaskan gairah
dalam vaginaku dan kedua, menelepon. Aku orgasme tiga kali sore itu,
orgasme terakhir kuperoleh hanya dengan membayangkan wajah Ananda yang
sedang mengalami orgasme lewat permainan mulutku pada vaginanya.
.....
*****
.....
Aku tidak melihat dan mendengar kabarnya selama seminggu ini. Aku pikir
dia telah kembali pada kebiasaanya dan bergaul dengan teman-temannya
yang alim untuk menghapus pikirannya dari dosa yang kutebarkan padanya.
Aku meneleponnya pada hari Sabtu kemudian dan menanyakan apakah dia
dapat membantuku merapikan beberapa hal yang sulit. Saat aku menemuinya
di depan pintu rumahku, dia kelihatan malu-malu.
.....
"Masuklah" sambutku, "Akan kutuangkan segelas minuman untuk mengusir grogimu".
.....
Awalnya dia hendak menolak minuman yang kusuguhkan kepadanya, yah,
memang 'sedikit beralkohol' sih. Dan memang dia belum pernah meminumnya
selama ini. Tetapi setelah aku bujuk, akhirnya dia mau meminumnya juga.
Dia hanya diam saja hingga gelas ketiga yang kemudian membuatnya jadi
lebih terbuka. Dia kelihatan begitu manis waktu menanyakan apakah aku
pernah bertemu Rai lagi.
.....
"Aku harap begitu, tapi James
sedang dalam perjalanan kemari sekarang" dia kelihatan terkejut,
tangannya nampak gemetar menghabiskan sisa minumannya."Sedang kemari?
James? Pria pertama yang kamu ceritakan padaku itu?"."Ya", aku
tertawa."Dia pasti akan tiba sebentar lagi".
.....
Benar saja
tak lama setelah kata terakhirku, terdengar bunyi bell dan James masuk
dengan membawa sebotol anggur, memelukku, dan memandang dengan cermat
pada Ananda. Setelah sedikit ngobrol-ngobrol, Ananda sudah bisa akrab
dengan James.
.....
"Aku menceritakan tentang kisah kita pada
Ananda, James" kami berdua dikejutkan oleh suara gelas yang dijatuhkan
Ananda."Oh Tuhan, aku jadi sangat malu" kata Ananda."Jangan sayang, itu
adalah hal yang indah, kita sama-sama dewasa dan kita menikmatinya,
bukan begitu Yanna?" kata James menjelaskan."Tentu saja" jawabku sambil
menuju ke pintu karena terdengar belnya berbunyi.Setelah kembali lagi
pada mereka aku berkata, "Ananda, ini Rai, Rai, ini Ananda"."Apa yang
sedang kalian rencanakan" tanyanya.Keduanya mengangkat bahu dan bertanya
padaku, "Yanna?"."Kita semua adalah teman yang sedang berkumpul
menikmati senja yang indah ini" kataku.
.....
Aku tak tahu
bagaimana atau kapan semua ini berawal, tapi yang jelas suasana menjadi
bertambah hangat dan menggairahkan. James belakangan bersumpah padaku
kalau Anandalah yang pertama kali berusaha mendekatinya. Kita duduk pada
meja minum di dapur, James dan Ananda pada sisi yang satu, sedangkan
aku dan Rai di sisi yang satunya lagi. Gelas yang ada dalam tanganku
hampir saja terjatuh karena terkejut saat Ananda bertanya pada James..
.....
"Bagaimana bisa lebih dari satu orang pria melakukannya dengan seorang wanita?".
.....
Rai tertawa dan bilang padanya kalau kita akan senang sekali
menunjukkan caranya pada Ananda. Aku menjadi sangat terangsang karena
situasi ini. Rai menyuruhku untuk memandang ke seberang meja, mata
Ananda terpejam rapat, nafasnya memburu. James telah bergeser lebih
mendekat pada Ananda, akhirnya kami sadar kalau tangannya bergerak maju
mundur dengan pelan di bawah meja.
.....
"Ya Nanda" ucapku.
.....
James terus melanjutkan manipulasinya atas vagina Ananda dengan
jarinya, tangan yang satunya lagi telah menyusup dibalik baju Ananda,
menyentuh payudaranya. James menutup mulut Ananda dengan ciuman yang
dalam. Sedangkan tangan Rai telah berada dalam rokku untuk mencumbu
vaginaku yang telah basah.
.....
"Mari kita pindah ke ruang kelurga" usulku.
.....
James menghentikan ciumannya dan menarik tangannya dari dalam rok
Ananda. Ananda terlihat sangat mempesona, payudaranya bergerak turun
naik seirama dengan nafasnya, orgasmenya sudah hampir dekat. Kami
berjalan menuju ke ruang keluarga. Rai segera melucuti pakaianku,
sementara kami berdua melihat James melepaskan atasan Ananda melewati
kepalanya. Dia mengenakan setelan bra dan celana dalam biru muda yang
cocok sekali dengan warna kulitnya, vaginanya tercetak jelas di balik
celana dalamnya yang telah berubah warnanya menjadi biru tua karena
basah. Aku telah telanjang dan berlutut untuk melepaskan celan Rai dan
membebaskan penisnya yang sudah amat tegang.
.....
Aku berhenti
sejenak untuk menyaksikan payudara Ananda yang terlepas dari bra nya,
begitu kencang, penuh dan puting besar yang telah keras. Nafasku
terhenti dan nafsuku melonjak tinggi begitu James menarik turun celana
dalam Ananda yang telah basah dengan pelan-pelan. Kami sama sama
telanjang sekarang. Rambut kemaluanku yang selalu kucukur rapi membentuk
huruf 'V', sedangkan milik Ananda walaupun masih 'alami' tapi tetap
terlihat lebat dan indah.
.....
Tangan James segera bergerak
mencumbui klitoris Ananda, mengexpose lebih luas labia majoranya. Penis
Rai yang ereksi penuh tercetak jelas pada celana yang masih
dikenakannya. Kami berdua terpaku memandang Ananda yang terlihat begitu
sexy kala James mendudukkannya bertumpu pada kedua lututnya. James
menurunkan celanya, penisnya terlontar keluar, mengacung ke atas ke
bawah tepat di depan wajah Ananda.
.....
"Demi Tuhan, punyamu sungguh besar", gumam Ananda sambil menggenggam penis James.
.....
James memang memiliki penis yang indah, yang paling menonjol adalah
bentuk kepala penisnya yang besar yang akan terasa menakjubkan saat itu
menembus dalam vaginamu. Tapi dibandingkan dengan milik Rai, punya James
tidaklah seberapa.
.....
"Jilat", perintah James.
.....
Ananda kelihatan ragu ragu untuk membuka mulutnya. James bergerak
sedikit ke atas membuat Ananda mengangkat sedikit pantat indahnya untuk
selanjutnya tak mau jauh dari penis di hadapannya. Aku benar benar
menjadi terbakar saat Ananda tetap terpaku lalu aku mulai mengendus
vaginanya dari belakang, dan mulai menjilati dari klitoris hingga lubang
anusnya yang rapat. Rai bergerak ke belakangku dan melesakkan kepala
penisnya yang besar ke dalam vaginaku.
.....
Aku begitu bernafsu
menjilati vagina Ananda, terpacu oleh lenguhannya yang tertahan penis
James yang memenuhi rongga mulutnya. Penis Rai terasa penuh dalam
vaginaku. Rai yang melihatku begitu bernafsu menjilati vagina Ananda
menjadikannya menghentakkan pinggulnya dengan seluruh kekuatannya,
membuat wajahku menampari pantat Ananda. Selang beberapa waktu
kemudian..
.....
"Tuhan, Rai, Aku..", Ananda menggeram seiring orgasmenya mengaliri lidahku.
.....
Aku mengangkat wajahku dari vaginanya. Begitu dia menoleh ke belakang, seutas senyuman terkembang di wajahnya.
.....
"Yanna, ternyata kamu yang melakukannya?" tanyanya terkejut.Aku hanya
mampu menjawab, "Ya, sayang" seiring Rai yang menyetubuhiku tak hentinya
dengan bebas dari belakang.
.....
Vaginaku coba beradaptasi
dengan ukurannya, orgasmeku mulai merangkak, kepalaku terayun begitu Rai
mulai melepaskan spermanya dalam diriku. Gerakan pinggangnya begitu
dalam dan cepat.
.....
Rai mencabut penisnya dari tubuhku, dia
menyemprotkan sisa sperma terakhirnya pada vaginaku yang terbuka dan di
atas perutku. Nafasnya yang memburu laksana seekor banteng di arena
matador, melepaskan tekanan birahinya yang baru saja meledak. James
sekarang berada di belakang Ananda dan mulai melesakkan batang penisnya
pada vaginanya.
.....
Ananda meringis kesakitan, memohon pada
James untuk begerak pelan saat James mendorong dengan cepat seluruh
batang penisnya menyeruak dalam vagina Ananda. James mulai bergerak
pelan, tangannya mencengkeram pinggul Ananda dan menggerakkannya
berlawanan dengan ayunan pinggangnya sendiri, mengubur batang penisnya
dalam vaginanya yang rapat. Ekspresi yang tergambar pada wajah James
sungguh tak terkira, dia menggeram melampiaskan perasaan yang menggempur
dirinya.
.....
Rai memposisikan dirinya hingga penisnya tepat
berada di hadapan wajah Ananda. Dia menggerakkan kepala Ananda sampai
menyentuh penisnya yang basah berkilat oleh campuran sperma kami. Ananda
mulai bergerak menjilati batangnya, menjilati cairanku dan sperma Rai.
Aku langsung mempermainkan vaginaku dengan jemariku karenanya.
.....
Penis Rai mulai membesar begitu dia melihat temannya yang sibuk
menyetubuhi Ananda dari belakang. Ananda mengocok penis Rai dengan kedua
belah telapak tangannya, lalu mencoba membuka lebar lebar mulutnya agar
muat menampung kepala penis Rai. James benar benar menikmati apa yang
tengah dirasakannya, memukuli bongkahan pantat Ananda, mendorong
pantatnya lebih ke depan lagi dan lagi agar penisnya bisa menyeruak
lebih ke dalam vagina Ananda lagi.
.....
Serangan dua orang pria
dari depan dan belakang yang baru saja beberapa waktu lalu dikenalnya,
tak ayal lagi menjadikan Ananda seperti sebuah Rollercoaster yang dengan
kecepatan tinggi bergerak naik, naik dan naik menuju ke puncak
kenikmatan persetubuhan baru dalam hidupnya. Ananda meneriakkan
orgasmenya seirama dengan bunyi becek yang keluar dari vaginanya.
.....
Tubuhnya terlihat menegang kaku dalam beberapa detik, matanya terpejam
rapat, kepalanya mendongak keatas meresapi setiap ledakan orgasme yang
didapatnya. Wajah dan tubuhnya yang telah basah oleh keringat menjadi
semakin basah dan berkilat oleh lampu dalam ruangan ini. Adegan dan
suasana ini tak terbandingkan meskipun oleh film peraih puluhan Piala
Oscar!!
.....
Kepala James mendongak ke atas dan mulai
mengosongkan sperma yang memenuhi kantung bolanya ke dalam vagina
Ananda. Kepala Ananda terlempar menjauh dari penis Rai begitu James
untuk yang terakhir kalinya mendorong batang penisnya ke dalam vaginanya
dan menghabiskan sisa spermanya. Aku meraih orgasmeku sendiri bersamaan
waktu James menarik penisnya keluar dari vagina Ananda, sebuah lubang
merah jambu nan basah dan dihiasi dengan rambut kemaluan yang hitam
pekat.
.....
Sperma James perlahan meleleh keluar dari
vaginanya. Ananda rebah kecapaian di atas lantai, matanya terpejam,
tubuhnya berguling telentang, pahanya terlihat masih bergetar perlahan
menikmati sisa getaran kenikmatan yang ada. Rai mengambil bantalan sofa
dan menempatkannya di bawah pantat Ananda. Mata Ananda terbuka
memandangnya.
.....
"Jangan, tak mungkin aku dapat manampungmu".
.....
Rai tak mengacuhkannya, dia memegang kedua kaki Ananda dan
menempatkannya diatas pundaknya, kemudian mulai memposisikan penisnya
mengarah ke vaginanya yang sudah basah kuyup itu.
.....
"Tidak, jangan" dia merintih begitu Rai mulai mendorong penisnya memasuki vaginanya."Oh Tuhan, dia merobekku".
.....
Rai tak bergeming, tetap bergerak. Rintihan Ananda berubah menjadi
racauan begitu Rai menggerakkan masuk keluar separuh batang penisnya.
Penis Rai terlihat basah oleh sperma James karenanya. Mata Ananda
terpejam rapat, dia gigit bibirnya kuat kuat.
.....
Aku
mendekatkan vaginaku ke wajah Ananda, memandang sperma dari vaginaku
yang jatuh menetes pada pipinya dan mulai menggesekkan vaginaku pada
mulut dan dagunya. Dengan bantuan James, Rai mengangkat kaki Ananda,
membentangkannya lebar lebar dan mulai mengerjai vagina Ananda. Kedua
buah zakarnya terayun ayun menghantam pantat Ananda. Sedangkan vaginaku
melumuri wajah naifnya dengan cairanku dan sperma Rai. Segera saja aku
merasakan gerakan lidahnya pada vaginaku begitu aku mengesksploitasi
wajahnya. Beberapa waktu kemudian aku berhenti menggunakan lidahnya
untuk memuaskanku dan duduk menyaksikan Rai memberinya persetubuhan yang
selama ini didambakannya.
.....
Suara dan baunya sungguh sangat
menakjubkan saat Rai menggerakkan batangnya menembus vagina Ananda
berulang kali. Akhirnya Rai berteriak kalau dia tak sanggup lagi menahan
lahar spermanya yang akan keluar. Ditariknya penisnya keluar, dan mulai
mengocok penisnya dengan tangannya sendiri diatas vagina Ananda. Aku
segera mendekat dan meraihnya ke mulutku. Tembakan spermanya mengguyur
tenggorokanku seiring denyutan demi denyutan yang mengosongkan kantung
spermanya.
.....
Aku menatap Ananda, rambut kemaluannya yang
hitam pekat dan bibir kemaluannya yang kemerahan terlumuri oleh sperma
Rai yang tak tertampung dalam mulutku. Kutanyakan padanya apakah dia
menyukai apa yang baru saja didapatkannya, jawabannya hanya, "Oh
Tuhan!".
.....
*****
.....
Aku mengisi kembali gelas
anggur kami. Ananda bangkit dan duduk menyilangkan kakinya, cairan yang
mengalir keluar dari dalam vaginanya dengan cepat membasahi karpet.
James yang baru saja menyaksikan temannya yang telah memberikan pada
Ananda sebuah persetubuhan terhebat dalam hidupnya, masih saja mengocok
batang penisnya dengan pelan dan berkata..
.....
"Masih ada satu
hal yang kuinginkan darinya". Perlahan dia mendekati Ananda sambil
terus mengocok penisnya."Buka mulutmu, sekarang", katanya.
.....
Meskipun merasakan kekuatannya belum pulih benar, Ananda mulai
menghisap habis batang penis James dalam mulutnya. Dengan kedua tangan
James memegangi belakang kepala Ananda, James menggerakkan kepalanya
berlawanan dengan gerakan pinggangnya sendiri. James menahan kepala
Ananda agar tidak melepaskan penisnya saat dia menggeram orgasme.
Jakunnya terlihat jelas naik turun saat dia memenuhi mulut Ananda dengan
semburan spermanya hingga ada yang meleleh keluar dari samping celah
mulutnya.
.....
Untuk beberapa saat keheningan merajai ruangan ini. Hanya suara nafas yang mulai mereda saja yang terdengar lirih..
.....
Ananda bangkit berdiri dan mulai mengenakan pakaiannya diatas kedua
belah kaki yang masih gemetaran, celana dalamnya yang semula telah
kering segera saja menjadi basah kembali seiring dengan warnanya yang
berubah agak gelap karena cairan yang keluar dari vaginanya. Sambil
mengenakan gaunnya, dia mengatakan kalau dia harus segera pulang, dia
sedang menunggu telepon dari suaminya.
.....
Para pria berbaring
diatas lantai, beristirahat sejenak setelah menyirami bukit birahi
Ananda yang tandus. Beberapa menit setelah Ananda berlalu dan meredakan
nafas yang memburu, kualihkan perhatianku pada para pria.
.....
"Boys, hadiah telah kalian terima, sudah puas kan?, Ayo, cepat bawa senjata kalian kemari dan urus aku!".
.....
*****
.....
"Kalau Aryo mengetahuinya, oh.. Mati aku!!" seru Ananda."Berjanjilah
padaku kalau ini akan selalu menjadi rahasia antara kamu dan aku,"
teriaknya."Tentu saja Nanda, jangan gusar gitu dong" kataku sambil
membelai rambutnya."Gusar? Kamu bilang gusar? Demi Tuhan Yanna, aku
merasa seperti seorang pelacur. Aku mempunyai affair di belakang suamiku
dengan bukan hanya satu, tapi dengan dua orang pria dan kamu!" katanya,
menepis tanganku menjauh dari rambutnya.
.....
Kini sudah satu
minggu setengah sejak terakhir kalinya aku bertemu dan bicara dengan
Ananda. Aku tahu dia pasti malu atau katakanlah merasa bersalah setelah
melakukan hubungan sex untuk pertama kalinya di luar ikatan
perkawinannya. Dan itu merupakan pertama kali baginya dan sangat
menakjubkan!
.....
Aku telah 'membagi' penis yang paling
mengagumkan dari apa yang kumiliki setahun belakangan ini dengan nama
Rai dan James. Dengan tanpa sepengetahuan Ananda dan berdasar kesetiaan
mereka, itu adalah sebuah rencana yang tak mungkin diskenario lebih baik
lagi. Aryo, suami Ananda sedang pergi ke luar kota beberapa hari untuk
keperluan Gereja. Rai dan James mampir ke tempatku. Mereka menjumpai aku
dan Ananda yang sedang berjemur di pinggir kolam renang. Ananda seperti
biasanya, sangat naif saat mereka mendekat tapi sangat anggun,
mempesona, tinggi dengan rambut hitam pekat, dan figur yamg mangagumkan.
.....
Kemudian pada sore harinya mereka datang 'berkunjung'. Obrolan hanyalah
seputar bagaimana caranya agar mereka dapat menikmati keindahan tubuh
Ananda sepuas puasnya. Hanya dengan memikirkannya saja telah membuatku
basah dan ingin segera mendapatkan penyalurannya. Sepanjang malam itu
aku aku memperoleh rangkaian persetubuhan yang dahsyat dari mereka
berdua. Mereka dengan bercanda menyampaikan padaku bahwa mereka akan
membunuhku bilamana aku tidak membantu mereka untuk mendapatkan Ananda.
Kombinasi antara penis keras mereka dan mulit orgasme yang sudah tak
terhitung lagi membuatku berjanji untuk melakukan apa saja yang mereka
minta.
.....
Pada hari kepergian suamiku dalam tugas luar kota
berikutnya, mereka datang lagi. Kali ini mereka membawa seorang teman
baru lagi, Jay. Jay adalah seorang Ambon yang pernah mereka janjikan
dulu. Aku tahu Rai dan James telah memanfaatkanku, tetapi apa yang
kudapatkan dari mereka berdua benar benar dapat memuskan kebutuhan
biologisku.
.....
Rai adalah seorang pria yang sangat
mencengangkan dengan penis berurat kerasnya sedangkan James tak sekeras
Rai, tetapi dia mempunya kepala penis yang lebih besar. Aku menikmati
mereka berdua karena ukuran tak begitu penting bagiku, yang penting
mereka dapat secara rutin mengisi kehampaan vaginaku diluar percintaan
dengan suamiku sendiri tentunya.
.....
Aku tak mempunyai masalah
dalam urusan ranjang dengan suamiku, kehidupan sex kami cukup panas.
Tapi persetubuhan yang menyeluruh dan penuh dari mereka membuatku selalu
memperoleh ledakan multi orgasme berbeda dari apa yang kudapat dari
suamiku. Mereka berdua selalu bilang padaku bahwa gadis gadis seumuran
mereka tidak dapat memuaskan mereka seperti yang kulakukan. Mereka sadar
kalau vaginaku adalah milik mereka dan membawa seorang teman baru
untukku adalah cara mereka menunjukkan hal itu. Tak perlu dikatakan
lagi, aku memperoleh persetubuhan yang panas malam itu.
.....
Jay pamit lebih dulu sedangkan dua penis kesayanganku 'menginap' sampai
pagi, menyetubuhiku lagi dan lagi hingga mereka pergi berselang hanya
sepuluh menit sebelum kepulangan suamiku. Sekujur tubuhku penuh dengan
sperma yang mereka tumpahkan barkali-kali. Ranjang penuh noda dan basah
karena sperma. Aku taruh spreinya ke mesin cuci dan segera mandi
membersihkan tubuhku saat suamiku datang. Kamar tidur kami penuh dengan
aroma sex dan terjadilah lagi, aku orgasme di dalam mulut suamiku dan
memberinya menu cairan asin dari vaginaku.
.....
Kembali pada Ananda..
.....
"Aku tak percaya telah membiarkan mereka melakukan semua ini
terhadapku" gumam Ananda."Dan aku tak sanggup menatap langsung ke matamu
setelah apa yang telah terjadi antara kita" sambungnya lagi.
.....
Aku tahu apa yang diperlukan dalam percakapan ini.. Sebotol anggur.
Satu jam berlalu setelah aku menjadi seorang pendengar yang setia dan
selalu mengisi gelasnya jika telah kosong. Dapat kukatakan dari arah
percakapan ini setelah waktu terus berlalu, bahwa dia di sini tidak
untuk mengungkapkan betapa jalangnya dirinya tetapi lebih kepada alasan
yang lain lagi!!
.....
Akhirnya dia bertanya..
.....
"Apakah kamu sudah ketemu sama mereka lagi sejak itu?"."Oh, belum"
kataku berbohong."Oh Tuhan, aku sangat gelisah dalam dua hari ini," dia
menambahkan, wajahnya jadi memerah."Aku tak pernah menyangka kalau ada
yang begitu besar dan keras," katanya dengan menghindari menyebutkan
'kata' itu."Bisa aku tanya hal yang sangat pribadi Yanna?".
.....
Aku mengangguk dan bilang padanya bahwa dia dapat bertanya padaku segalanya.
.....
"Apakah kamu.. Bisexual? Apa kamu sering melakukannya dengan wanita?".
.....
Aku tertawa kecil dan mengatakan padanya kalau aku tidak menganggap
demikian, tidak dalam perasaan yang sesungguhnya, tapi, ku katakan
padanya bahwa melihat dirinya dalam suasana yang menggairahkan seperti
kala itu menyebabkan semua itu terjadi begitu saja.
.....
Setelah beberapa gelas anggur lagi, aku bertanya kepadanya..
.....
"Jujur saja, kamu menikmati sore itu bukan?"."Maksudku, itulah kenapa
kamu berada disini sekarang, benar bukan?" sebelum dia dapat menjawab,
aku menambahkan.."Kamu mendapatkan orgasme sedikitnya selusin dengan Rai
dan James dan sekali saat melakukannya denganku. Sekarang katakan
padaku dengan sejujur-jujurnya, itu semua adalah kegiatan sexual yang
selama ini kamu impikan bukan?".
.....
Pengaruh anggur telah
bekerja. Nafasnya menjadi berat dan putingnya tercetak jelas pada atasan
ketatnya. Dia menganggukkan kepalanya. Rambut hitam panjangnya tergerai
menutupi payudaranya yang penuh.
.....
Aku lebih menyudutkannya
lagi dengan kembali mengingatkan dia akan bagaimana bergairahnya James
kala menyetubuhinya, dan bagaimana penis keras Rai telah mengantarkannya
pada orgasme yang berkepanjangan sore itu.
.....
"Ceritakan
padaku Ananda, kamu dapat menceritakan segalanya""Kita berbagi
rahasia"."Katakan padaku bagaimana kau menyukainya, bagaimana kau
membutuhkannya," aku mendesaknya."Demi Tuhan.., Ya!!" akhirnya dia
mengakuinya."Aku memang menyukainya, aku melakukan masturbasi pagi dan
malam dalam minggu minggu terakhir. Semua ini begitu tabu dan penuh
dosa. Aku merasa begitu menginginkannya dan sangat ingin melakukannya
lagi!".
.....
Aku begitu terkejut mendengarkan seorang nyonya yang begitu alim, lugu dan tertutup akhirnya menjadi sangat 'terbuka'.
.....
"Maksudku, apa mereka suka melakukannya denganku" tanyanya."Oh ya", aku
meyakinkannya."Aku sangat yakin kalau kamu serasa bagaikan seorang
perawan bagi mereka"."Maksudku, aku tak ingin mereka menganggap aku
seorang yang... Kamu tahu, aku sama sekali tak punya pengalaman dalam
hal ini". Katanya.
.....
Aku tertawa lagi dan mengatakan padanya
kalau mereka akan rela melewati rintangan apapun hanya untuk dapat
menikmati vaginanya yang rapat itu lagi. Wajahnya kembali bersemu merah
dan bertanya padaku bagaimana aku bisa bersama mereka sepanjang waktu.
Kukatakan padanya bahwa mereka adalah pasangan bercintaku dalam setahun
belakangan ini dan vaginaku tak bisa menampung penisnya Rai waktu
pertama kali, tapi sekarang Rai dapat memasukkannya dengan lancar.
.....
"Tapi bagaimana dengan suamimu?" tanyanya keheranan."Apakah dia tak
merasakan perbedaannya dalam dirimu?"."Dia tak pernah menanyakan hal
itu, tapi aku tahu dia pasti tak merasakannya. Begini, dia tetap rutin
menggauliku"."Apakah mereka.., mm.. Maksudku para pria mau datang hari
ini, mungkin sekedar untuk minum secangkir kopi". Dengan cepat dia
bertanya."Ya, pasti mereka mau," kataku."Tapi suamiku Teddy akan pulang
sekitar jam empat sore nanti". Aku mengamati reaksinya, wajahnya
tertunduk dengan mata menatap lantai."Tapi kita bisa datang ke rumahmu
dan aku tinggal menulis pesan untuk suamiku kalau aku sedang pergi
belanja atau arisan apalah sama kamu. Bukankah katamu suamimu sedang
keluar kota untuk beberapa hari sekarang ini?" kataku menghiburnya."Oh
ya, tentu kita bisa melakukannya" jawabnya dengan nada gembira."Apa kamu
akan menelepon mereka?".
.....
Dia benar-benar tak sabar dan ingin segara melakukannya. Tak mungkin lagi untuk menolaknya..
.....
"Aku akan menelpon mereka sekarang," kataku, melihatnya duduk di kursi. Tangannya meremas pegangan kursi dengan kuat.
.....
*****
.....
Ananda segara pulang ke rumahnya untuk mandi. Aku melakukan hal yang
sama dan mengatakan padanya akan langsung menelponnya begitu Rai dan
James tiba nanti. Aku tak sabar untuk melihat reaksinya nanti saat
melihat Jay datang bersama kami.
.....
Para pria datang
kira-kira satu jam kemudian. Kami membuat sedikit rencana untuk'aksi'
nanti. James dan aku akan datang duluan dan Rai beserta Jay menyusul
sejam kemudian.
.....
Kami berangkat ke rumah Ananda dan
mendapat sambutan yang hangat, dia kemudian memintaku untuk membantunya
di dapur. Roknya yang lebar dan panjang berayun ke depan dan belakang di
sela sela pinggangnya saat aku mengikutinya dari belakang.
.....
"Mana Rai" tanyanya."Dia akan segera datang, kira-kira se-jam-an lagi deh" kataku padanya."Dia tertahan oleh pekerjaannya".
.....
Ananda menuangkan anggur yang kubawakan dari rumah untuk kami, tentu
saja di rumahnya tak mungkin ada persediaan anggur. Suaminya tak akan
mengijinkan hal itu. Kami pergi ke ruang keluarga dan mengobrol di sana.
Setelah lebih dari 45 menitan, aku minta pada Ananda untuk menunjukkan
suasana rumahnya pada James. Aku dapat mendengarnya saat dia menunjukkan
ruang bawah tangga dan mereka berdua menaiki tangga untuk melihat kamar
tidur utama.
.....
Seperti yang direncanakan, aku menemui Rai dan Jay sebelum mereka membunyikan bel.
.....
"Mereka di atas" kataku menjelaskan."Sudah lebih dari 45 menit yang lalu".
.....
Kami bergandengan dan bergelak pelan layaknya pencuri berjalan keatas
menuju ke kamar tidur utama. Pintunya tidak dikunci dan sedikit terbuka
sehingga kami dapat menyaksikan pemandangan paling sexy yang kusaksikan
hari ini.
.....
Ananda sedang bertumpu pada kedua siku dan
lututnya di ujung tempat tidur, pantatnya mendongak tinggi, desahannya
terdengar pelan. Roknya tersingkap hingga pinggang, kepalanya
membelakangi kami, rata dengan kasur. Celana dalamnya tergeletak begitu
saja pada lantai di dekat tempat tidur. James berlutut, wajahnya
terkubur dalam pantat Ananda, menjilat dengan kuat pada klitorisnya yang
basah hingga lubang anusnya. Aroma sexual memenuhi seluruh ruangan. Dan
yang lebih tabu lagi, semua itu dilakukannya di rumahnya sendiri,
bahkan di atas ranjang yang pastinya selalu dijaga kesuciannya oleh
suaminya!!
.....
Rupanya Ananda telah berubah menjadi seseorang
yang berbeda sama sekali saat sisi 'gelapnya' terkuak. Dia telah
mempersetankan segala aturan dan larangan yang selama ini
mendoktrinnya..
.....
"Wuu-huu" teriak Rai, "Saatnya pesta".
.....
Ananda segera bangkit menyingkirkan James dari vaginanya. Kepalanya
menatap lurus ke arah kami dan menatap kami bertiga satu persatu.
.....
"Oh Tuhanku" katanya."Ananda, ini Jay teman baru kita" aku menjelaskan
padanya."Dia hitam sekali"."Ya, dia seorang Ambon" sambungku."Waah.. Apa
nih yang sedang dilakukan James? Kelihatannya menggairahkan
bagiku"."Apa Nyong Ambon mencumbu vagina?" aku tanya pada Jay dengan
pandangan menggoda."Itu salah satu favoritku sayang" jawabnya kembali.
.....
Dengan cepat kulepaskan pakaianku kemudian menarik rok Ananda melewati
kepalanya memperlihatkan payudaranya yang kini berayun bebas.
.....
"Wah, Ananda nggak pake BH hari ini" kataku, mengagumi putingnya yang sudah mengeras karena terangsang.
.....
James menarik Ananda ke posisi semula dan aku bergabung dengan mereka
bersamaan dengan Jay yang menjelajahi belahan pantatku dengan lidahnya
dan mulai mencumbui vaginaku. Rai tak mau menyia-nyiakan waktu dan
langsung mengincar bibirku, menyodorkan penisnya yang baru setengah
ereksi ke bibirku. Dalam posisi seperti ini aku dapat memasukkan seluruh
bagian penisnya ke dalam mulutku, dan erangan kenikmatan keluar dari
mulutnya menyuarakan apa yang tengah dirasakannya.
.....
Teriakan Ananda jadi bertambah keras, aku tahu letupan orgasme akan
segera menyongsongnya dan aku segera mempermainkan putingnya dengan
jariku begitu dia mencapai orgasme pertamanya di wajah James. Dia
sungguh sangat cantik saat sedang dilanda orgasme!! Kepala ranjang
menjadi bergoyang maju mundur begitu James memompa vaginanya dengan
penisnya.
.....
Kulepaskan mulutku dari penis Rai dan memberi
semangat pada James agar menyetubuhi jiwa dan raganya. Ini membuat James
menjadi lebih terbakar lagi gairahnya, dan memuji Ananda betapa ketat
dan basah vaginanya dan dia akan segera mengisinya dengan sperma
panasnya. Setelah beberapa menit, dia berteriak dan melepaskan spermanya
dalam vagina Ananda.
.....
Aku mengarahkan kepala Ananda pada
batang penis Rai dan dia mulai menjilatinya ke atas dan ke bawah. Aku
menghampiri James yang sedang berbaring istirahat di tepi ranjang dan
segera membersihkan penisnya dari sisa spermanya yang bercampur dengan
cairan kewanitaan Ananda menggunakan mulutku. Jay langsung memanfaatkan
situasi ini untuk segera melesakkan penis hitamnya ke vagina Ananda.
.....
Dia kelihatan seperti akan protes pada awalnya saat penis hitam Jay
menerobos masuk ke dirinya dan langsung mengerang begitu penis Jay telah
menyentuh dinding rahimnya. Jay segera membuat gerakan memacu, mengocok
vaginanya yang segera saja mengantarkan Ananda pada gerbang orgasme
keduanya, sebuah klimaks yang panjang. Wajahnya mengekspresikan
perpaduan antara rasa sakit dan kenikmatan tiada tara.
.....
Seiring dengan Ananda yang tengah menikmati ledakan orgasmenya, aku
tarik Jay dari tubuh Ananda, penis hitam panjangnya nampak berkilat
berkilauan oleh cairan Ananda. Rai menarik Ananda, memeluknya dalam
dekapan dadanya. Menghisap dan menggigit puting Ananda kemudian
menempatkan penisnya dalam vagina Ananda yang telah kosong. Ananda
menurunkan pantatnya perlahan memasukkan penis Rai yang ukurannya masih
terlalu besar baginya, hingga akhirnya dapat tertampung masuk
seluruhnya. Dia mulai menaik turunkan pantatnya di atas tubuh Rai.
Lenguhan nikmatnya bergema di seluruh sudut kamar. Rai memegang erat
pinggangnya menarik turun tubuhnya, beradu dengan tubuhnya sendiri
hingga mengekspose belahan pantat Ananda pada Rai.
.....
Aku
mengambil Baby Oil dari kamar mandi Ananda dan melumurkannya pada batang
penis Jay. Jay memposisikan dirinya di belakang Ananda dan mulai
memaksakan penisnya untuk masuk dalam lubang anus Ananda yang masih
perawan. Dia berteriak memohon jangan dan tidak berulang ulang, mencoba
melepaskan diri dari penis Jay di belakangnya.
.....
Rai
mendekapnya erat dalam pelukannya, tangannya melingkar erat di pinggang
Ananda. Jay kini mulai dapat memasukkan kepala penisnya ke dalam lubang
anus Ananda dan menekan perlahan lebih ke dalam. Ananda nyaris berteriak
keras begitu Jay akhirnya berhasil memasukkan seluruh batang penisnya
ke dalam lubang anusnya. Bersamaan dengan penis Rai di dalam vagina
Ananda, Jay mulai mengayun maju mundur penisnya dalam lubang anus Ananda
dengan variasi dangkal dalam menyebabkan Ananda langsung mendongakkan
kepalanya ke atas. Jay menggeram hebat begitu spermanya menyembur dalam
anus Ananda.
.....
James tiba-tiba menggantikan posisi Jay dan
segera meggasak kembali lubang anus Ananda, sperma Jay meleleh keluar
dari lubang anus Ananda begitu James melesakkan penisnya ke dalam. Dia
juga tak sanggup bertahan lama dan dalam menit berikutnya menanamkan
penisnya dalam dalam, mencengkeram dan memukul bongkahan pantat Ananda,
menariknya rapat-rapat menempel erat dengan tubuhnya. Pinggangnya
bergerak cepat maju mundur mengiringi pengisian lubang anus Ananda
dengan spermanya lebih banyak lagi.
.....
Rai mengeluarkan
penisnya dan mengincar lubang anus Ananda sebagai pelepasan terakhir
juga. Untuk 10 menit ke depan Rai menggoyang Ananda dari belakang. Aku
mendekati Ananda dan menarik rambutnya ke belakang membuat wajahnya
menengadah keatas. Langsung kuberi dia ciuman yang panjang dan dalam.
Kemudian menyodorkan vaginaku ke depan wajah, hidung dan mulutnya.
Kupegang kepalanya dan mendekatkannya pada bibir vaginaku, melingkarkan
kedua pahaku pada lehernya memaksanya untuk membenamkan mulut dan
lidahnya lebih dalam lagi pada vaginaku dengan tanganku yang
mengendalikannya dari belakang kepalanya.
.....
Dan meledaklah
orgasmeku. Secara refleks, kuhimpit kuat-kuat kepalanya dengan kedua
belah pahaku, menekan ke depan pantatku agar semakin dalam wajahnya
tenggelam dalam vaginaku. Aku menggeram hebat. Tubuhku mengejang ngejang
untuk beberapa saat, lalu lemas menyelubungiku. Ananda segera menarik
kepalanya dari jepitan kedua pahaku seperti orang yang kehabisan nafas,
Rai mendekatkan kepalanya ke arah vaginaku dan langsung menghisap habis
cairan kenikmatanku, membuat wajahnya belepotan karenanya.
.....
Jay dan James mengocok batang penis mereka saat Rai berteriak bahwa
orgasmenya sudah dekat di dalam lubang anus Ananda. Rai menarik keluar
penisnya dari anus Ananda dan segera mengocoknya di depan wajah Ananda.
Teriakan Rai mengiringi tembakan spermanya pada wajah, pipi dan mulut
Ananda yang terbuka menunggu.
.....
Detik berikutnya Jay sudah
berada diantara paha Ananda dan bersiap untuk memasukkan batang penisnya
dalam vagina Ananda yang sudah sangat basah. Berdiri di ujung tempat
tidur, dia memegangi kedua tumit kaki Ananda dan mulai menggoyang Ananda
kembali. Bibir tengah vaginanya mencengkeram erat sekeliling batang
penis Jay seiring tiap hentakan, kelentitnya ikut terdorong masuk begitu
Jay menekan masuk penisnya. Orgasme Ananda berkesinambungan, Jay
menggeram keenakan. James kemudian melumuri payudara dan perut Ananda
dengan spermanya.
.....
Jay tidak mengendorkan gerakannya sampai
pada saat penisnya terasa akan meledak oleh dorongan spermanya, dan
akhirnya meyirami rahim Ananda dengan guyuran sperma panasnya. Ananda
berbaring telentang dengan kaki yang masih terpentang lebar. Sperma
melumuri sekujur tubuhnya, dan meleleh keluar dari kedua lubang
bawahnya. Para pria mengoles oleskan penis mereka yang basah pada wajah
Ananda. Sedangkan aku juga telah mendapatkan lagi orgasmeku sendiri
dengan permainan jari tanganku.
.....
Aku pandangi Ananda, lalu
mulai menjilat dan mengisap membersihkan sekujur tubuhnya dari sisa-sisa
sperma. Tangannya membelai rambutku saat aku membersihkan sperma para
pria yang masih tertinggal pada vaginanya.
.....
Aku kenakan
kembali pakaianku secepat aku melepasnya tadi dan bilang pada mereka
kalau aku tak dapat tinggal lebih lama lagi dan harus segera pulang
karena suamiku sedang ada di rumah sekarang.
.....
*****
.....
Aku terbangun keesokan harinya, segera ke rumah Ananda begitu suamiku
berangkat ke kantor. Aku harus mencari tahu tentang semua kejadian
semalam..
Cerita Sex Terbaru 2013 Ananda Ku Yang Ganjen
Title : Cerita Sex Terbaru 2013 Ananda Ku Yang Ganjen
Description : Cerita Sex- X - Kali ini akan membagikan sebuah cerita yang bakal bikin agan agan sekalian pada langsung crot lahh :D... jadi saran saya...